Tanggung Jawab Itu Begitu Berat

          Manusia memang harus mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya, diucapkannya, juga ditulisnya. Agaknya ini waktu buat saya mempertanggungjawabkan apa yang pernah saya tulis di blog belasan bulan yang lalu:

aku ingin belajar mencintaiMu  dengan benar
sebelum aku benar-benar mencintai orang yang akan Kau beri untuk mengisi hidupku kelak

            Saya tak sadar tatkala meng-upload kata-kata itu, bahwa tulisan itu membawa konskuensi yang sangat besar. Gaya banget sampai nulis larik-larik itu. Ra ngukur gethoke dhewe. Kesadaran akan konskuensi keinginan itu tiba-tiba muncul saat diberi ujian terserang virus merah jambu. Masya Allah, sampai luluh lantak.  Rupanya saya sedang “diminta” mempertanggungjawabkan” tulisan itu. Disisi lain, saya geli mendapati diri saya harus berhadapan dengan orang yang pertama kali menulis komentar tulisan itu. Orang yang barangkali punya keinginan yang sama, bahwa dia juga ingin diberi keikhlasan menerima soulmatenya kelak.
Subhanallah, hidup ini penuh RencanaNya Yang Mahasempurna.
            Bertanggung jawan itu nyatanya suli…..tttt sekali. Berat sekali merelaisasikan keinginan itu, sebuah pembuktian yang dicobakan dengan ujian pengalaman batin penuh tsunami. Kalau sudah begini, baru terasa, tak ada yang sia-sia segala yang dicptaNya, termasuk sebuah virus merah jambu.
           Bersamaan dengan itu, saya sadar satu hal, TEPATNYA DISADARKAN! Subhanallah Walhamdulillah, untung soal tanggung jawab itu masih diingatkan di dunia ini. Untung saja masih dalam “level” ujian di dunia, harus dihadapi sekarang meski kenyataaannya terasa berat. Kesabaran menghadapinya begitu tipis.Untung…untung…untung…masih di dunia saat ini. Coba kalau baru diingatkan kelak di akhira kelak?
naudzubillah, saya tidak akan siap dan sanggup menanggungnya!


Iklan

9 pemikiran pada “Tanggung Jawab Itu Begitu Berat

  1. semua adalah pelajaran bagi kita Yani.. meski itu virus, pada dasarnya bisa jadi kita sedang “DIIMUNISASI” agar kita tahumana yang benar-benar merah jambu. hehehe warna merah jambu hanyalah salah satu dari warna pelangi yang indah ketika hujan berhenti di sore harisaat mentari masih tersenyum pula pada bumiYup!! tak ada yang sia-sia di dunia inikarena sudah menjadi Janji-Nyabelajar,dan terus belajartentang kehidupanyuuukkk mari..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s