[gado-gado sekolah #1] Ketika Senyum

Pagi.Masuk kelas tanpa sambutan antusias dari anak-anak membuat semangat saya ikut-ikutkan meluntur. Anak-anak melakukan pembiasaan membaca beberapa surat dalam juz amma dengan ogah-ogahan. Lemezzzz…Beberapa anak bahkan membuat suasana semakin tak kondusif untuk memulai pelajaran. Bete banget! Mereka seolah tak menganggap keberadaan saya di depan kelas, sibuk sendiri dengan teman-teman disekirar masing-masing, berkelompok, mengobrol.

Siapa yang salah? Tingkah mereka yang begitu menyebalkan,salah? kenapa? Atau akukah yang salah karena tak piawai menguasai kelas?

Awal pelajaran muka saya sudah menekuk. Jadikah saya memakai skenario yang sudah saya rancang? Mengkolaborasikan hadist senyum itu ibadah dan cerpen tentang senyuman berjudul “Teman Baru” dari buku Princess Kribo . Aarrrgh, bagaimana saya mau mendongeng tentang senyuman sedangkan mau tersenyum saja susah. Kelakuan beberapa anak membuat selera saya untuk tersenyum benar-benar lenyap. Berat sekali.
Padahal, saya begitu terkesan dengan cerpen itu dan ingin sekali membaginya dengan anak-anak. Saya merasa maju-mundur. Jadi tidak? Jadi tidak ya? Berusaha menumbuhkan senyum nyatanya sulit seklai. Ironis sekali seandainya saya bercerita sementara hati saya enggan tersenyum.

Saya kemudian duduk sebentar, mencatat beberapa hal di buku jurnal pelajaran. Saya berusaha membujuk hati.
Ayo…aku harus profesional!
Aku harus profesional!
Berkali-kali saya merapalkan mantra itu untuk membujuk hati saya, membujuk agar menggerakkan bibir melengkungkan senyum. Pelan-pelan saya mulai membangun “keberanian” untuk melawan bete.
Saya jadi bercerita! Seperti biasa, kelas seperti tersihir oleh dongeng atau cerita. Anak-anak kelas 2 memang suka sekali mendegarkan dongeng atau cerita. Saya melihat wajah-wajah penuh ingin tahu. Saya puas.Tapi…ada sedikit ganjalan ketika mendapati beberapa siswa masih ngisruh, hehehe…menyebalkan!
Dengan bercerita, “kekuasaan” sudah bisa saya genggam. Pelajaran berangsur-angsur mulai mengalir. Alhamdulillah…Tentu, selain jurus dongeng, saya juga “mengancam” mereka dengan poin nilai per kelompok. Sudah menjadi karakter kelas 2-yang begitu saya pahami-: selain suka dongeng, mereka selalu bersemangat menyambut kompetisi antar kelompok!

****foto hasil googling***

Iklan

6 pemikiran pada “[gado-gado sekolah #1] Ketika Senyum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s