Wonder Women

Kepada emak, seorang adik emak, seorang sepupu emak

hidup telah mentahbiskannya sebagai empu

menempa pedang-pedang kesabaran

membunuh setiap luka yang digoreskan sejarah

tak pernah gentar pada takut

sebab dengan benih-benih dari rahimnya ia telah menyemai mimpi

disiraminya dengan air mata

angin menuntunnya mengenal musim

pabila harapan itu siap dituai

setiap lipatan di wajahnya menyimpan cerita

pantang disembunyikannya dengan segala polesan

warna matahari memulas pipinya

doa yang dikunyah tiap detik

menjelma kinang merekah pada bibir

harum keringatnya menjadi candu setiap malam

menandingi dongeng istana raja ataupun alunan bethoven

mengantar anak-anaknya melabuhkan senyum

bahkan bunga-bungapun cemburu

kecantikannya abadi

Iklan

7 pemikiran pada “Wonder Women

  1. boemisayekti said: bahkan bunga-bungapun cemburukecantikannya abadi

    {Kcantikan-hati emak (a)da(lah) abadi di mata a-anaknya.Kecantikan da ssuatu yang subyektif dan tak sorangpun berhak nengkar (cegah) sorang anak/saudara/suami yang kata bahwa emak/saudari/istri/anaknya cantik.Gimana nurutmu tentang pe-plombaan ra-ratu/no-none tu yang dasarnya juga nilai kecantikan berdasarkan ni-nilai “obyektif’?}.Tlah kubaca lagi sajakmu!.MashaAllah, Yani, kau tlah dapat ilham tuk nulis sajak indah di atas dari al Jamil sdiri.Makasih kerna sajak-indah-bernasmu ni. Alhamdulillah.

  2. boemisayekti said: bahkan bunga-bungapun cemburukecantikannya abadi

    syukurlah…. indah sajak ini? masak siy?saya gak terlalu suka kontes ratu2an itu, meski yang dinalai 3 B, ada Behaviour dan Brain, tapi tetep saja beauty yang nomer satu kalo gak cantik secara fisik toh gak masuk kategori…. jadi penilaian fisik semata tuh yang nomer satu… coba kalo smartnya kayak apapun, tapi secara fisik gak cantik menurut standar mereka, toh gak masuk kan?

  3. boemisayekti said: tetep saja beauty yang nomer satu kalo gak cantik secara fisik toh gak masuk kategori…. jadi penilaian fisik semata tuh yang nomer satu… coba kalo smartnya kayak apapun, tapi secara fisik gak cantik menurut standar mereka, toh gak masuk kan?

    Dari zaman Presiden Suharto kayaknya Indonesia ngga mau ikut, kan?.Baru a-akhir ni mruyak lagi.Tapi terlalu banyak pesona-fulus di blakanglomba ratu/none ni yang teramat sulit ditolak para penjahat, eh, pejabat ybs,lalu mreka berkilah ma-macam: parawisata, ni dan tu. Apa tak ada lembaga/partai kuat tuk nolak hal-hal gituan?.

  4. boemisayekti said: tetep saja beauty yang nomer satu kalo gak cantik secara fisik toh gak masuk kategori…. jadi penilaian fisik semata tuh yang nomer satu… coba kalo smartnya kayak apapun, tapi secara fisik gak cantik menurut standar mereka, toh gak masuk kan?

    Entahlah,hal2 smcm itu di negeri ini kdang hanya jadi kontraversi saja tnpa ada kelanjutan

  5. boemisayekti said: Entahlah,hal2 smcm itu di negeri ini kdang hanya jadi kontraversi saja tnpa ada kelanjutan

    Ya, tu tentu kerna kurangnya kperluan tuk bertaat-azasatau diselipin, eh, disiplin di mata tlalu banyak rang..Atau mrasa ngga perlu bertolak dari azas-ttentu.Salahkanlah tu pada alam khatulistiwa.Sgala silang-pendapat juga akhirnya brenti sdiri tanpa (a)da manfa’atnya alias asal cu-cuap lalu diam kernatlah capai sdiri tanpa (a)da hasilnya/simpulannya.Sebabnya a.l. ngkali ngga kerna BSE atau SEUD, tapi mungkin klemahan klembagaan dan pengaturan sertatak jelasnya di mata terbanyak rang bbrapa hal (sperti tujuan hidup bernegeri dan uraiannya,tata-perundangan, tata-adab, tata-tertib dsb)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s