Tajmahal: Sebuah Monumen Cinta

Judul buku : Tajmahal: Kisah Cinta Abadi
Penulis : John Shors
Penerbit : Mizan, Cet ke VII, Maret 2008
Penerjemah : Meithya Rose

“ John Shors menguasai seni bercerita. Ketika dia menulis dialog, adegan bergerak-gerak dalam kepalaku. Ketika dia menulis deskripsi, deskripsinya demikian bertenaga. Dan, ketika dia menulis cinta, aku merona-rona, aku merana” (Andrea Hirata)

Endorsement penulis tetralogi Laskar Pelangi itu menjadi representasi dari novel berjudul asli Beneath a Marble Sky: A Novel of The Taj Mahal. Tak kurang tak lebih, tulisan singkat Mr. Hirata sangat mewakili dan menggambarkan isi novel dengan tepat. Pengalih bahasa novel itu pastilah dilakukan oleh penerjemah piawai sebab keindahan bahasa novel itu bisa membuat pembaca terhanyut menikmati jalinan cerita yang dinarasikan oleh Jahanara, putri cantik Sultan Shah Jehan.
Jahanara berhasil membawa pembaca masuk dalam petualangannya, merasakan kepahitan, kebahagiaan, serta ikut geram pada kekejian dan kebengisan tokoh antagonis terutama Aurangzeb. Hal seperti tentu hanya bisa dilakukan oleh penulis handal. Saya tidak melihat adanya pikiran penulis yang masuk. Penulis benar-benar keluar dari cerita. Yang menari-nari di angan semuanya pikiran, dialog, dan berbagai pandangan tokoh-tokoh di dalamnya.
Novel itu memberikan kisah apik mengenai kehidupan keluarga sultan di masa-masa pembangunan Taj Mahal dan sesudahnya. Sejarah itu diawali dengan berbagai kehidupan politik, penghianatan serta kehidupan dua agama besar di wilayah itu, yang coba disatukan oleh Sultan dan Dara, putranya, namun sebaliknya berusaha diobrak-abrik oleh putra Sultan yang di kepalanya hanya ada rasa benci dan dendam, Aurangzeb.
Pembangunan Taj Mahal didasari oleh keinginan Sultan untuk mengabadikan cintanya pada istrinya, Arjumand, yang dipanggilnya degan nama Mumtaz Mahal (istana pilihan). Sultan benar-benar terpukul selepas kepergian kekasihnya itu. Bangunan kuburan mirip masjid itu sebanarnya tidak hanya menjadi monumen cinta abadi antara Sultan Shah Jehan dan Mumtaaz Mahal, namun lebih dari itu, menjadi monumen cinta antara Ustad Isa *, arsitek Persia yang membangunnya, dengan putrid Sultan, Jahanara. Ketika membangunnya, hanya sosok Jahanara yang menari-nari di benak Isa, sebaliknya Jahanara yang dipercaya menjadi asisten Isa. Kisah cinta mereka mewaarnai pembangunan Taj Mahal yang luar biasa indah.
Cinta yang dimiliki Jahanara bisa membuat pembaca iri, begitu kaya dan setia: tidak sebatas cinta pada kekasih. Cintanya pada ayah bundanya tidak disangsikan, sebaliknya sultan dan permaisuri terhadap Jahanara, juga kepada saudaranya terkasih, Dara, sahabat karib, serta kekuatan cinta yang menggetarkan kepada Isa dan Arjumand kecil (putrinya)
Taj Mahal menjadi novel sejarah yang apik, indah, dan bahasanya menghanyutkan sehingga susah dilupakan.

* ustad: dari bahasa Persia berarti guru, tetapi artinya lebih luas: dikenal untuk sebutan seseorang yang meniptakan sesuatu, barangkali pemahat atau pelukis kaligrafi (hal. 111)

Iklan

9 pemikiran pada “Tajmahal: Sebuah Monumen Cinta

  1. sudah baca berkali kali tapi tetep nangis euiycinta sejati bener neh terwujud dari mahakarya bernama taj mahal yang ditujukan untuk sang ibu tercintaaku jg bkn previewnyaini buku kren bgt dah

  2. sudah baca berkali kali tapi tetep nangis euiycinta sejati bener neh terwujud dari mahakarya bernama taj mahal yang ditujukan untuk sang ibu tercintaaku jg bkn previewnyaini buku kren bgt dah

  3. boemisayekti said: stuju, ga bosen baca krn bahasanya indah…. suka bgt. . iri sama Jahanara yang sarat akan cinta… 🙂

    heueheehh,,,iya setuju say….tau gak aku tuh tadi nba ini cuman karen aku suka bangunan taj mahal, gak kebayang kalo novel ini cukup menghibur juga xixixi, full of love and history

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s