Malam Rabi’ul Awwal–> Malam Ramadhan: Khas

Ada yang khas di malam Rabi’ul Awwal yaitu lantunan barjanji dan tadarus Al-Quran dari berbagai surau dan masjid. Keriuhan itu terdengar dari berbagai penjuru. Ini mengingatkan saya pada malam-malam Ramadhan yang khas. Bedanya, lantunan barjanji atau tadarus itu tak terdengar dari mushola depan rumah, senyap itu tak menyambut keramaian dari jauh. Padahal,saya selalu suka suasana tadarus dari mushola depan rumah. Khas. Malam-malam di bulan Ramadhan, saya tidur dihantar suara bapak-bapak atau pemuda yang melanunkan ayat-ayat Cinta-NYA. Seringkali ketika nglilir-terjaga- suara tadarusan itu masih terdengar. Begitu tentram dan senang mendapatinya. “Wah,aman. . .masih ada yang tadarusan, berarti malam belum begitu larut,” pikir saya kemudian tertidur lagi. Sebaliknya, ketika nglilir tetapi suasana sudah senyap, “ah,malam sudah larut,” pikir saya selalu.

Suasana yang khas itu akan selalu saya rindukan dari bulan ke bulan. Sayang, di bulan-bulan lain kekhasan itu kadang tak saya temukan, harus menunggu Ramadhan yang beberapa bulan lagi menyapa. Semoga Allah mempertemukan dengan bulan penuh jamuan itu, amin. . . .

Iklan

13 pemikiran pada “Malam Rabi’ul Awwal–> Malam Ramadhan: Khas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s