Karena Lirang Berbatang, Cahaya Itu Nyala

Ketika batang-batang itu mencabik lirang
terjadi seteru
menyala di wajahku bersinar di mataku

siapakah diantara kita,
sebagai lirang?
sebagai batang?
entah
tak begitu peduli pada jawabnya. . .
yang kutahu,kalau bukan ruangan ini menjelma sekotak korek api
tak ada cahaya meliuk-liuk

8–14 Maret 2010 /17.10
[tak tahu mau memberi judul apa]

19 Maret 2010: trims buat temans yang memberikan masukan judul.

Iklan

39 pemikiran pada “Karena Lirang Berbatang, Cahaya Itu Nyala

  1. sebagai lirang?hmm zy mausebagai batang? hmmm zy juga mausebagai nyala? hmm zy pun maujadi tinggal cari cara agar nyala itu tak meliuk redup tapi nyala seterang kunang kunang di gelapnya ruangwkwkwkwkwk

  2. zaidzydan said: sebagai lirang?hmm zy mausebagai batang? hmmm zy juga mausebagai nyala? hmm zy pun maujadi tinggal cari cara agar nyala itu tak meliuk redup tapi nyala seterang kunang kunang di gelapnya ruangwkwkwkwkwk

    maunya jadi semua-muanya…. :)gimana ya caranya…tapi yang kumau lebih dari seterang kunang… karena nyalanya kurang memenuhi ruang πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s