?

Apa yang kucari? Hingga detik ini pertanyaan itu paling mengusik. Mengapa aku begitu lelah mencarinya? Sementara, untuk apa segala lelah ini saja belum kumengerti?

“aku bosan bertanya ‘mengapa’ tapi keinginan bertanya bagaikan candu yang tak sanggup kuputus. Masih belum. Perjalanan belum selesai.” –Bodhi dalam Supernova:AKAR,hlm 191, oleh Dewi Lestari–

jadi. . . ,kulanjutkan perjalanan ini. Meski lelah dengan ketidakmengertianku, setidaknya aku pernah berkata seperti ini: . . .dan selamanya aku tak ingin patah oleh lelah yang kadang buatku menyerah. . .

*lintasan tiba-tiba saat bantal menutup wajah*

Iklan

24 pemikiran pada “?

  1. @ elok : kalo disuruh berhenti bertanya, ga bisa deh. . .satu pertanyaan ktmu jwbnya, pasti muncul pertanyaan bru. . . Yups,yg pasti, jngn sp bnyk brtanya tnpa mencri jwbnya. . .lanjutkan!@mary : syukuri apa yg ada. . .hidup adalah anugerah. . .

  2. elok46 said: harusnya begitutapi ada kalanya kita sebaiknya berhenti bertanya menunggu jeda sejenak setelahnya kembalilah karena pd dasarnya otak kita takkan pernah puas

    otak kita dan keinginan manusia selalu tak ada puasnya say…. benar bertanya mengapa hanya akan meninbulkan tanda tanya lain, yang tak ada habisnya mencari sebab akibat ^^

  3. elok46 said: harusnya begitutapi ada kalanya kita sebaiknya berhenti bertanya menunggu jeda sejenak setelahnya kembalilah karena pd dasarnya otak kita takkan pernah puas

    “aku bosan bertanya ‘mengapa’ tapi keinginan bertanya bagaikan candu yang tak sanggup kuputus. Masih belum. Perjalanan belum selesai.” –Bodhi dalam Supernova:AKAR,hlm 191, oleh Dewi Lestari– aku baca ini, ^^ so… move on… ^^

  4. elok46 said: harusnya begitutapi ada kalanya kita sebaiknya berhenti bertanya menunggu jeda sejenak setelahnya kembalilah karena pd dasarnya otak kita takkan pernah puas

    mungkin kamu perlu sedikit berhenti sejenak, untuk menyiapkan langkah berikutnya agar lebih semangat menyala.”Tak kan lari gunung dikejar”

  5. simplyhapinessme said: “aku bosan bertanya ‘mengapa’ tapi keinginan bertanya bagaikan candu yang tak sanggup kuputus. Masih belum. Perjalanan belum selesai.” –Bodhi dalam Supernova:AKAR,hlm 191, oleh Dewi Lestari– aku baca ini, ^^ so… move on… ^^

    yukkk…move on, bareng-bareng! ^^

  6. elok46 said: harusnya begitutapi ada kalanya kita sebaiknya berhenti bertanya menunggu jeda sejenak setelahnya kembalilah karena pd dasarnya otak kita takkan pernah puas

    itu dia, kadang memang perlu jeda, untuk mencari jawab juga merenugnkannya…hehe…sok teu ki…^^lagi pengen jeda… ^^

  7. boemisayekti said: hehe…pengen ngejar gunung… jeda di gunung….karepe kui…^^

    dya siapa ya mba’ ? lupa , hehedulu pernah aja baca , pas kebetulan Hesty lagi gax semangat . pas baca itu ga tau kenapa , tiba2 senyum :-)jadi kalimat itu , terngiang2 sampe sekarang ^__^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s