S.E.N.E.W.E.N

Warna hati tak terbaca,entah lara entah hampa sementara. Suara terjepit di ujung katup bibir,sia-sia kalau kata malah menjadi bara. Hanya wajah bisa teraba,ada gurat: lelah? Gundah? Gelisah? Resah? Entah? Atau malah benci? Pada siapa?
Sedang dunia berpaling muka.

22 Maret 2010, 17:53:14

Sms Gusti (adik kost jaman lalu) tiba-tiba datang kemudian , waktunya pas banget,seperti mengiyakan : Lebih baik menulis sampah,daripada menjadi sampah busuk buat pikiran kita-kutipan- hehe!”

Terima kasih Gusti, jadi hilang senewen itu. . . :))

Iklan

12 pemikiran pada “S.E.N.E.W.E.N

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s