Secangkir Kopi, Roman, dan Hujan

646 km jarak harus kutempuh,baru sampai di km ke-51. Masih jauh perjalanan,hfff. Di luar rinai, tapi aku tidak kedinginan, apalagi sampai kuyup, sebab aku duduk di sini, dengan secangkir kopi. Hangat di telapak tangan, nikmat di lidah, dan segar di kepala: beliau mengajakku ngobrol soalnya.

🙂

Iklan

13 pemikiran pada “Secangkir Kopi, Roman, dan Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s