Pos Ke-4: Maukah Kamu Menjadi Seorang Arkeolog?

Arkeologi adalah seorang yang mendalami ilmu Arkeologi. Arkeologi,berasal dari bahasa Yunani, archeo yang berarti kuno dan logos yang berarti ilmu. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan seperti: -artefak : kapak batu, bangunan candi, relief,dsb.
-ekofak : benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil.
-fitur : artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs).
Teknik penelitian yang khas adalah penggalian (ekskavasi) arkeologis.
Cobalah kamu menjadi seorang ‘arkeolog kecil’. Lakukan ekskavasi pada media pasir di sini. Amati dan pelajari apa yang akan kamu temukan. Susunlah menjadi sebuah artefak yang utuh. Selamat Mencoba. . .

para arkeolog kecil dengan artefak bertebaran

Detik ini, saya sedang mengetik menyalin deretan aksara di sebuah papan pada sebuah ‘parit’ berpasir tempat para arkeolog kecil sedang praktek. Ya, deretan aksara di atas itu menarik perhatian saya sehingga di Taman Pintar ini, saya memilih duduk di sini, ngisis setelah berhasil mendapatkan buku idaman di shoping center-alhamdulillah. Saya berada di tengah anak-anak kecil yang sedang bereksplorasi dengan dunia mereka. Di hadapan saya yang duduk di undakan, anak-anak itu sedang menggali pasir yang diseraki dengan potongan-potongan stupa, berbagai bentuk batu, potongan-potongan arca budha kecil dan berbagai artefak yang harus mereka pelajari dan susun. Menarik. Parit ini bersambung dengan wahana bermain Labirin. Mereka harus berputar-putar menemukan jalan pulang!

Di belakang saya, sebuah lingkaran dengan beberapa titik air mancur yang pasang surut memanjakan para pecinta air. Bocah-bocah bertelanjang dada atau berbusana dalam itu begitu menikmati bercipratan tak peduli matahari menjilati ubun-ubun mereka.


Dari tempat saya tadi,beranjak beberapa langkah adalah arena kecil untuk outbond. Senangnya bisa berpetualang dengan memanjat dan menyusuri jembatan kecil diantara 2 rumah pohon.


Sementara itu, sejak tadi saya masuk, telinga dimanjakan dengan tabuhan gendang-gendang kecil di arena Dinding Berdendang.

Adik-adik yang menabuh aneka ukuran gendang itu diajak membandingkan nada suara yang dihasilkan. Bagaimana suaranya? Baiklah, coba ah… Dung dung dung drundung. Seru! Hahaha. Yang paling besar gendangnya serasa di musiknya Kitaro. Di belakang dinding ini, ada arena Sistem Katrol. Semua yang memegang tali di depan saya semuanya laki-laki kira-kira seumur anak kelas 5 SD.

Wow, baru di halaman saja sudah seru, bagaimana dalamnya ya? Besok lagi aja deh kesana,penasaran sebenarnya. Sekarang mo pulang aja, kesorean dikit ntar tak ada angkot sampe rumah, he he.

Oke, siap-siap nunggu bustrans. Bismillah. . .

Taman Pintar Yk, 13.42.

*foto menyusul kemudian

Iklan

7 pemikiran pada “Pos Ke-4: Maukah Kamu Menjadi Seorang Arkeolog?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s