[gado-gado sekolah #10] Saya Tak Mau Membuat Mereka Seperti Saya Waktu Itu…

Tersinggung

Bu Guru cantik,
Lihatlah…
Siapa punya suara berdesak-desakan?
Kenapa aku?
Percaya, mereka punya kilau
Tapi kalau sinar mereka bikin silau?

[ruang kelas, 12 April 2002, dengan beberapa pengeditan beberapa waktu setelahnya]

Saya menulis puisi itu diam-diam di suatu jam pelajaran, ketika ibu guru memberikan materi di depan kelas. Selesai menulisnya di selembar kertas yang sudah kumal dan tak utuh bentuknya, saya melipat kertas itu kemudian mengantongi. Baru sampai di rumah saya menyalin puisi itu di buku diary.
Malam ini, posisi saya sudah berkebalikan dengan waktu nulis puisi di atas, bukan lagi seorang gadis berseragam abu-abu putih yang duduk di kelas sambil terkantuk-kantuk bosan tetapi sebagai seorang yang setiap hari berdiri di depan kelas, minus hari Ahad. Ketika membuka kembali buku kumpulan coretan hati, saya tertegun melihat puisi itu nangkring di halaman pertama. Seketika puisi itu menjelma cermin: pernahkah saya membuat anak-anak merasakan seperti apa yang saya tumpahkan dalam puisi itu? Saya lalu mengingat-ingat, pernahkah saya membut tersinggung mereka? Pernahkah saya berbuat pilih kasih? Pernahkah mereka merasa… Bisa jadi sering, astaghfirullah…
Pilih kasih, manusiawi jika seseorang memiliki sifat itu terhadap anak didik. Mungkin perlakuan itu berangkat dari rasa ‘exited’ terhadap kelebihan yang dimiliki sehingga perhatian/sayang ke anak tersebut berbeda porsi dibanding ke yang lainnya. Bukankah anak-anak yang biasa-biasa saja biasanya tidak lebih meninggalkan kesan dibanding anak yang luar biasa? Luar biasa pinter, luar biasa cerdas,luar biasa kreatif, luar biasa cantik, luar biasa tampan, luar biasa nakal, luar biasa bandel, luar biasa malas, dan sederet title luar biasa yang lain. Anak-anak dengan title semacam itu pasti namanya lebih dihafal oleh guru-guru dibanding anak-anak dengan title biasa-biasa saja alias S.T.D. Nha, biasanya yang menjadi anak emas adalah yang punya keluarbiasaan dari sisi yang positif, bukan yang malas atau bandel. Yang luar biasa malas atau bandel biasanya luar biasa disebeli, heheheheh… Saya kira sering dijumpai yang seperti ini.
Kembali saya bertanya dalam sunyi, apakah saya pernah dirasani anak didik saya seperti saya ketika menulis puisi itu delapan tahun silam? Mungkin. Tapi, sejatinya saya tak mau menjadi orang tua model itu. Kalau saya pernah berlaku demikian, saya tak mau mengulanginya lagi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, kesabaran, keikhlasan, keweningan hati dan pikiran, sehingga saya bisa berdiri di depan kelas memandang setiap anak dengan kacamata seobjektif mungkin. Amin…
Ya Allah…
Sehatkan tubuhku
Cerdaskan otakku
Bersihkan hatiku
Indahkan akhlakku…

Amin…

[doa kebangsaan SMU Plus Muthahhari, menyalin dari buku Belajar Cerdas karya Jalaludin Rahmat]

20:15
*curhatan mantan siswa biasa-biasa saja alias S.T.D

Iklan

13 pemikiran pada “[gado-gado sekolah #10] Saya Tak Mau Membuat Mereka Seperti Saya Waktu Itu…

  1. miftamifta said: Semoga ilmunya berkah ya Ibu Guru…Amin Allahumma Amin… ^_^

    Amiin..semoga yaa buiya saya juga pernah sebel ama guru MTK waktu SMP..mentang2 kelas sayah berisik mulu, kena omel mulubeda ama kelas sebelah yg isinya anak2 pinter wuiih janrang ngomel..

  2. miftamifta said: Semoga ilmunya berkah ya Ibu Guru…Amin Allahumma Amin… ^_^

    @nitafebri:makasih. . . :)dlu jga sebel dg yg kyk gtu,pilih kasih. Klo skrg mgkn bukan pilih kasih ya,tp memberi reward utk anak2 yg ‘lebih’ dan punishment utk yg bandel,jd mgkn agak dikerasi utk anak2 yg ‘bandel’ itu. . . :),mrka dikasih sesuatu utk proses yg mrka lakukan… blajar bersikap kyk gtu ga gampang je,hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s