[gado-gado sekolah #11] Kehilangan

“Hari ini kita akan kedatangan tamu,” kata saya Rabu pagi,sebulanan yang lalu, di depan anak-anak.
“Siapa bu?” tanya Idham.
“Calon siswa baru dan wali murid.” Hari itu adalah jadwal test untuk calon siswa baru.
“Kelas tiga ada siswa baru nggak bu?” tanya Ari.
“Tidak ada. . .,” jawab saya enggan. Jawaban saya disambut keluhan anak-anak.

Pertanyaan ada tidaknya siswa baru di kelas 3 sudah sering mereka lontarkan. Mereka merindukan teman lagi. Ketika beberapa bulan lalu di kelas 2 ada siswa baru, Wildan, anak-anak kelas 3 begitu iri. Kenapa di kelas 2 terus, kenapa di kelas 3 tidak ada siswa baru, protes mereka.

Dengan jumlah 23 siswa di kelas 3, anak-anak merasa kurang. Apalagi yang putri hanya sembilan anak. Kurang seru dan rame barangkali bagi mereka. Rasa rindu mereka bisa dipahami. Mereka sudah sering merasa kehilangan. Satu-satu teman mereka pergi dari samping mereka. Sejak kelas satu, terbilang 6x mereka kehilangan. Sebaliknya, adik kelas mereka, kelas 2, sudah 3x kedatangan teman baru. Enam kali bukan bilangan sedikit untuk waktu tiga tahun. Rasa kehilangan mereka begitu dalam. Di hari perpisahan dengan beberapa teman yang pindah, mereka bermellow ria seperti kita orang dewasa. Mereka yang pergipun tak rela meninggalkan teman-teman. Beberapa dari 6 anak itu pindah karena masalah yang sebenarnya ada solusinya.

Hingga saat ini, rasa kehilangan itu masih meraka ingat. Mereka masih sering menyebut-nyebut moment-moment kenangan yang mengesankan. Intan bahkan menulis sebuah puisi dalam diarynya-menurut pengakuannya, puisi itu ditulis dengan bantuan kakaknya yang duduk di bangku SMP-

PERPISAHAN

ada pertemuan pasti ada perpisahan
kebahagiaan dan kesedihan melukiskan kehidupan
pertengkaran, canda tawapun menjadi kenangan
waktu memang sudah memisahkan
mendung akhirnya menangis karena keadaan
hatipun tersia-sia
kini kitapun harus melupakan
pintu masa depan telah terbuka

Kala saya membaca diary Intan itu di depan kelas, Intan terlihat menahan rasa di wajahnya. Beberapa teman putri memandangnya dengan tatapan yang. . .yah. . . . Entah mereka protes kenapa harus ‘dibuka’ atau. . .entahlah, wajah mereka pias!

***

Surprised!
Barusan tadi ada sms dengan nomer asing masuk, katanya mau nitip salam. Ketika saya tanya siapa, jawabannya mengejutkan saya:

SAYA FIA BU SAYA MAU TITIP SALAM UNTUK TEMEN SAYA YANG ADA DI SDIT.

Fia, dia gadis kecil yang sudah satu tahun lebih meninggalkan kami. Ternyata kami memang masih saling mengingat. Saya belum lupa, selama dua tiga hari setelah kepindahannya, Fia menyempatkan sms ke nomer saya tiap malamnya, sekedar tanya saya sedang apa. Ah, besok pagi teman-temannya pasti ribut dengan kabar malam ini. . . ๐Ÿ™‚

06052010,21:22

Iklan

17 pemikiran pada “[gado-gado sekolah #11] Kehilangan

  1. hidup ini seimbang, ad yang datang ada yang pergi, ada tangis ada tawa, ada hitam ada putih dan ada atas ada bawah lalu ada pula kiri dan kanan. Nice sharing nya….

  2. @larass:trims laras :)betul, ada yg datang dan pergi, pglaman di sni slalu gtu, sayangnya di kelas 3 yg udah dikit makin dkt,sdang kls 2 malah udah bnyk tmbh bnyk. . .Trims jg diingetin, soal keseimbngan tb2 trcenung ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s