Rinai Pagi Awal Juni

Mendapati hujan bulan Juni ini: lembut. Tak setajam hujan bulan Januari. Aku disergapnya pagi tadi, di jalan. Kulihat orang-orang gusar, khawatir derainya menusuk ubun-ubun kepala menjejalkan batu. Hiruk-pikuk lalu lintas berkejaran dengan detak detik menuju pukul tujuh. Aku mengajak kaki menjangkah lebih cepat. Tak memilih mengembangkan payung biru, biar jilbab punya motif bulir-bulir embun.

Menyangka hitam di atas sana akan tuntas mengirimkan dongeng liris, tentang orang-orang tergesa menyingkirkan baju-baju di pekarangan rumah, menelan kecewa, tak ada ganti buat menutup tubuh mereka. Atau tentang rumah-rumah tergenang DB, disentri, atau diare. Ah, andai yang kudengar kisah perahu kertas yang dilayarkan bocah-bocah berwajah telaga.

Awal Juni, kelabu di sana bukan lagi sasmita. Pabila angin mengoyaknya, memberi asa pada biru bersemburat kapas?

Grabag, 03062010, 18:30

Iklan

23 pemikiran pada “Rinai Pagi Awal Juni

  1. Terima kasih mas Suga :), ada kalanya saya tergesa tak mau diguyur hujan-payungnya,hehe-, tp sering juga menikmati berjalan dlm hujan smbl berpayung biru…tetesan di payung tak kalah merdu. Iya, hujan menerbitkan rindu serta merta . . .

  2. dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

  3. elok46 said: dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

    wow, indah Elok… :)trims, nice … :)namun, tentu rindumu rinduku pada bulan Juni, rindumu rinduku pada gerimis tak sekekal rindu pada dia yang melahirkanmu, dia melahirkanku dari sebuah cinta πŸ™‚

  4. elok46 said: dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

    Oh bumi ….Tak terhitung besaran rindu yang tercurah atas nama seorang yang telah mengorbankan nyawanya demi melahirkan aku dibulan Juni inidan itu rindu yang abadi setelah rindu kepada-NYA yang kekaltapi sebuah rindu untuk “dia” pun tak mungkin terlupakan .Ah Juni selalu terhuni oleh cinta

  5. elok46 said: dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

    Hem ‘dia’. . ., adakah cerita itu juga tersemat atas nama bulan Juni? Begitu penuh nuansa bulan Junimu El. . . πŸ™‚

  6. elok46 said: dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

    aku mengenal cinta pertama kali bulan juniaku mengenal sakitnya cinta bulan juniketika cintaku yang lain hadir aku sadari itu terjadi dibulan juniah juni selalu mengeloraditengah sebuah doa mengharap yang terbaik untuk pertambahan usiaku ternyata banyak kasih yang hadir dijunikutermasuk puisi maniz ini ….Juniku akan selalu indah

  7. elok46 said: dan aku selalu merindu sebuah gerimis dibulan junibulan dimana sebuah cinta tumbuh tanpa bisa kucegahbulan dimana aku dilahirkan kebumi dari sebuah cintadan aku tetap mencinta junisebagaimana aku mencintai sebuah rindu

    hujan rindu πŸ™‚

  8. elok46 said: aku mengenal cinta pertama kali bulan juniaku mengenal sakitnya cinta bulan juniketika cintaku yang lain hadir aku sadari itu terjadi dibulan juniah juni selalu mengeloraditengah sebuah doa mengharap yang terbaik untuk pertambahan usiaku ternyata banyak kasih yang hadir dijunikutermasuk puisi maniz ini ….Juniku akan selalu indah

    banyak kisah dan kasih yang smoga menjadi pupuk bagi perambahan usiamu… amin…Juni yang begitu indah… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s