Setitik Debu

akulah debu

setitik kecil dalam semesta

tiada bosan bertanya

tapi aku tak mau hilang

biarkan angin membawaku terbang

menjelajah…

hingga ruang maya sekalipun

sampai kutemukan jawab atas ragu

terkikis segala gundah

Magelang,13062010, 20:00
*gara-gara ditagih puisi, hehehe,
terima kasih buat yang sudah memaksa nulis

**foto hasil googling

Iklan

35 pemikiran pada “Setitik Debu

  1. murci014 said: libur panjang dunk ^_^ asiiiiik

    KETIKA KITA BERTEMUIzinkan aku sejenak…Menjadi sebentuk awan yang melayang di langit biruMenjadi semilir angin yang menyentuh semua dengan lembutMenjadi setetes embun yang membasahi daun dini hariSebentar saja, hanya untuk hari ini sajaDan juga izinkan aku sejenak.. Menjadi seion electron yang berthawaf mengelilingi neutronMenjadi sebias cahaya yang menyelusup setiap pori-pori kegelapanMenjadi serinai gerimis yang menghampiri jiwa-jiwa yang keringMenjadi sepenggal huruf yang melengkapi satu kata yang hilangMenjadi sebutir garam yang dalam masakan hatimuSekedar memberi sedikit makna bahwa aku hadir dan nyataLalu biarkan akuMenjadi senoktah debuBebas.. beterbangan.. terlupakanTiar Rahman

  2. tiarrahman said: KETIKA KITA BERTEMUIzinkan aku sejenak…Menjadi sebentuk awan yang melayang di langit biruMenjadi semilir angin yang menyentuh semua dengan lembutMenjadi setetes embun yang membasahi daun dini hariSebentar saja, hanya untuk hari ini sajaDan juga izinkan aku sejenak.. Menjadi seion electron yang berthawaf mengelilingi neutronMenjadi sebias cahaya yang menyelusup setiap pori-pori kegelapanMenjadi serinai gerimis yang menghampiri jiwa-jiwa yang keringMenjadi sepenggal huruf yang melengkapi satu kata yang hilangMenjadi sebutir garam yang dalam masakan hatimuSekedar memberi sedikit makna bahwa aku hadir dan nyataLalu biarkan akuMenjadi senoktah debuBebas.. beterbangan.. terlupakanTiar Rahman

    wowwwww…. keren…. terima kasih… yap, bebas, terbang, tapiiiiiiiiiii…. aku tak mau terlupakan, aku tetap ingin kau kenang… memberi makna akan hadir dan nyataku… 🙂

  3. tiarrahman said: KETIKA KITA BERTEMUIzinkan aku sejenak…Menjadi sebentuk awan yang melayang di langit biruMenjadi semilir angin yang menyentuh semua dengan lembutMenjadi setetes embun yang membasahi daun dini hariSebentar saja, hanya untuk hari ini sajaDan juga izinkan aku sejenak.. Menjadi seion electron yang berthawaf mengelilingi neutronMenjadi sebias cahaya yang menyelusup setiap pori-pori kegelapanMenjadi serinai gerimis yang menghampiri jiwa-jiwa yang keringMenjadi sepenggal huruf yang melengkapi satu kata yang hilangMenjadi sebutir garam yang dalam masakan hatimuSekedar memberi sedikit makna bahwa aku hadir dan nyataLalu biarkan akuMenjadi senoktah debuBebas.. beterbangan.. terlupakanTiar Rahman

    ini puisi yang ada di halaman depan rumahnya kan bang?

  4. boemisayekti said: wowwwww…. keren…. terima kasih… yap, bebas, terbang, tapiiiiiiiiiii…. aku tak mau terlupakan, aku tetap ingin kau kenang… memberi makna akan hadir dan nyataku… 🙂

    kalo aku sih.. biar terlupakan..kalo masih diinget ya syukur 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s