[fiksi kilat] Sepucuk Surat

Aku memberesi lalu memasukkan sisa dagangan ke dalam ransel. Hemm,tak lagi gembung. Kardus juga sudah kosong.
“Tunggu Mas di rumah,sarung baru yang kau impikan untuk tarawih akan segera kau kenakan”,kubayangkan binar mata Arif.”kalau tidak Ramadhan begini, mana bisa Mas buka lapak di sini dan rejeki berlipat.Alhamdulillah”

***

“Arif. . .Arif. . .” aku tak sabar bertemu Arif. Yang dipanggil mendekat, langkahnya enggan.
“Lho kok lemes, tinggal beberapa menit saja,”kulirik jam dinding.
“Coba tebak Mas bawa apa?” kurogoh tas ranselku.
“Taraaa…”
“Arif terkejut, sekilas cahaya terbit di matanya namun sekejap kemudian pudar. Sunyi. Tak ada antusiasme seperti yang kubayangkan.
“Kenapa, sakit?” kusentuh kening adik semata wayangku itu.”Enggak tuh. Mas jadi bignung,kenapa?”
Arif berkelebat masuk kamar dan keluar membawa sebuah amplop. Takut-takut diserahkannya padaku.
“Ada surat dari pak guru,”Arif menunduk.
Penasaran kubuka surat itu.
“Kau buat ulah lagi di sekolah?” Ini kedua kalinya aku menerima surat panggilan. Sejak bapak dan emak mencari rejeki sebagai BMI, aku menjadi wali Arif.
Arif menggeleng ragu.
“Kalau enggak, kenapa mas dapat surat? Jujurlah, Arif berbuat apa?”
“Bukan Arif kok, bukan Arif yang menyebabkan jari Rudi terbakar. Rudi sendiri yang membakar mercon itu dan mengenai tangannya” ujar Arif sambil terisak.
“Mercon? Di sekolah kalian membakar mercon? Astaghfirulloh. Kamu juga ikutan?”
“Bukan, Arif nggak ikutan,cuma. . .cuma. . .mercon itu dari Arif.” Aku sudah bisa menebak dari mana ia dapatkan mercon itu.
“Arif. . ., mas kan sudah berkali-kali bilang, jangan sekali-kali mainan mercon. Sekarang sudah tahu bahayanya kan? Baru percaya sekarang.”
Arif mendogak.”Kalau mercon itu bahaya, kenapa mas jualan mercon? Mas menjualnya sama teman-teman Arif juga kan?”
Aku tercekat memandang Arif dengan sedu-sedannya.

*foto dari googling

Iklan

16 pemikiran pada “[fiksi kilat] Sepucuk Surat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s