Harus Belajar dari Sang Pendidik Teladan!


“Bu, mbak L nggak mau temanan,” lapor R.
Suatu ketika L bersungut-sungut menemui saya, “Bu, mbak R melototin saya.”
Di lain waktu, I datang minta pembelaan, “Bu mbak L dan R bisik-bisik.”
“Bu, mbak I nyubitin saya,” elak L
Begitulah warna kelas IB tempat saya mengajar. Ada saja pertengkaran kecil khas bocah. Namanya bocah, mereka mudah melupakan pertengkaran itu, damai, namun berkonflik lagi. Hampir tiap hari saya mengajak mereka membaca hadist kasih sayang, senyum adalah shodaqoh, dan sesama muslim saudara untuk mengingatkan. Tapi,karena tiap hari pertengkaran itu terjadi, kadang saya kewalahan. Saya butuh referensi bagaimana sikap terbaik menghadapi konflik kecil itu, menjadi “ibu” di sekolah yang bisa mengarahkan dan memberi contoh. Saya temukan buku yang saya harapkan bisa menjawab segala pertenyaan seputar pendidikan anak. Contoh itu datang dari sosok tauladan yang tidak diragukan kesempurnaan akhlaknya, mendidik sebagai seorang ayah dan kakek. Ensiklopedi itupun akan bermanfaat bagi saya kelak sebagai ibu.

Postingan ini diikutsertakan dalam Kuis GriyabukuQ Berbagi Buku: Pilih Sendiri Buku Hadiahmu! Di alamat http://griyabukuq.multiply.com/journal/item/87/

Buku yang dipilih: (Ensiklopedi Keluarga Sakinah XIII: Praktik Rasulullah Mendidik Anak) (http://griyabukuq.multiply.com/market/item/104/_Ensiklopedi_Keluarga_Sakinah_XIII_Praktik_Rasulullah_Mendidik_Anak_)

*Gambar buku dari griyabukuq

Iklan

12 pemikiran pada “Harus Belajar dari Sang Pendidik Teladan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s