Esai dan Prosa

Penerbit: Dian Rakyat
Tahun : 1996, cet ke-2
Tebal : 77 hal

Akhirnya, setelah 6 tahun buku ini ngendon di rak, hari ini saya bisa melahapnya habis! Enam tahun, kalau bisa bicara, buku ini mungkin akan merana sekian lama tanpa perhatian. Buku ini saya beli ketika masih kuliah, hanya empat ribu rupiah saja, harga yang murah meriah untuk buku sastra di jaman sekarang. Empat ribu rupiah sekarang dapat apa? Saya takjub dengan buku kecil tipis ini, murah banget untuk karya sebesar ini.

Akhirnya, saya bisa bilang bersyukur menemukan buku ini. Asyik juga, gumam saya setelah melewati halaman demi halamannya. Buku ini berisi 18 esai kesusasteraan dan prosa liris yang kebanyakan diambil dari Pujangga Baru dan Panji Pustaka. Termasuk di dalamnya adalah 3 timbangan buku: Rindu Dendam karya J.E. Tatengkeng, buku karya M. Natsir berbahasa Belanda tentang hak-hak perempuan Islam, dan sebuah kitab tentang asas-asas Islam yang oleh Amir Hamzah disebut seperti pendahuluan Al-Quran yang sedang dicetak. Dua buku yang ditimbang tak bisa saya sebut judulnya sebab judul buku maupun judul timbangannya berbahasa Belanda, mana judul bukunya saya tak bisa mengira-ira. Satu pidato Amir Hamzah tentang “Pustaka Melayu” menjadi penutup buku yang dibuka dengan kata pengantar oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

Kalau bagi Sutan Takdir prosa lirisnya yang paling menarik, bagi saya malah sebaliknya, esai-esai sastranya yang mengesankan. Saya paling tertarik dengan “Kesusasteraan” yang dibagi dalam enam tulisan. Esai ini membicarakan tentang kesusasteraan Indonesia dengan segala pengaruh kesusasteraan dari tanah luar, mulai dari India, Tionghoa, Arab, hingga Ajam-Parsi. Amir Hamzah membahas bagaimana perkembangan sastra-sastra dari tanah tersebut beserta karya-karya besar yang lahir. Kenapa prosa lirisnya tidak lebih menarik buat saya karena tidak mudah memahami rangkaian kata apik dengan bahasa Melayu. Kalimat demi kalimat tak bisa begitu saja tercerna otak saya yang masih asing dengan bahasa Melayu.

Akhirnya, sekelumit tentang sejarah sastra saya dapatkan dari buku ini. Ada hal baru yang saya dapatkan, tentang puisi lama bernama pantun. Ternyata banyak hal menarik yang tak pernah saya ketahui sebelumnya. Menarik!

Iklan

11 pemikiran pada “Esai dan Prosa

  1. beberapa waktu lalu saya sangat semangat ‘berburu’ ebook. sampai saat ini ratusan ebook sudah terkumpul, namun keterbatasan waktu membuat ebook-ebook itu banyak yang belum tersentuh sama sekali

  2. abisabila said: beberapa waktu lalu saya sangat semangat ‘berburu’ ebook. sampai saat ini ratusan ebook sudah terkumpul, namun keterbatasan waktu membuat ebook-ebook itu banyak yang belum tersentuh sama sekali

    suatu saat pasti tersentuh dan akan berguna … kalo pas libur gitu disempetin buka-buka πŸ™‚

  3. mfanies said: wow..uda masuk kategori langka bukunya…klo di umum uda jarang mungkin yah :Dsip2..saatnya menuntaskan janji yg tertunda yah….melahap buku-buku di rak πŸ˜€

    saya masih punya banyak utang, termasuk yang kemarin dipaketin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s