Catatan Kopdar: Semalam Bersama Laras

Kopdarnya sudah tahun lalu, tapi baru sempat posting catatan ini, kadaluarsa ya. Katakanlah ini sebuah nostalgia,hehe…sayang kalau kenangan manis ini tak berjejak.

Seakan tak percaya ketika Kamis siang (23/12/2010) Laras sms kalau dia dalam perjalanan ke Magelang dan berencana menginap di rumah saya. Laras? Akhirnya, mau kopdar juga dengan Laras.

Awal-awal kenal, Laras pernah ngajakin gabung di kopdar yang akan dilaksanakan di Jogja bersama kontak-kontaknya. Waktu itu kaget mendapati postingan merah alias pm dari Laras. Baru kenal langsung diajakin kopdar?

Maka saya segera merencanakan perjalanan ke Jogja. Deg-degan, baru beberapa bulan aktif ngempi langsung kopdar dengan orang-orang asing. Hanya Laras dan 1 temannya yang tercatat sebagai kontak baru saya. Penasaran, seperti apa rasanya ketemu dengan Mpers.

Rasa penasaran saya tak terbayar. Pagi buta, saya masih tidur-tiduran di rumah paklik di Jogja ketika sms Laras masuk. Ayahnya mendadak sakit sehingga Laras urung ke Jogja. Kopdar gagal. Sebagai gantinya, saya jalan-jalan sendirian,napak tilas ke kampus dan menyambangi toko buku.

Sejak mendapat pm dari Laras, telah beberapa kali kami sms-an. Kegagalan kopdar justru membuat komunikasi makin intens meskipun saat itu Laras off dari MP. Boleh dibilang, saya kenal siapa dan bagaimana Laras dari obrolan-obrolan di sms, bukan karana pertemuan di kampung MP.

Laras berkali-kali bilang, kalau jodoh pasti Allah mempertemukan kita. Harapan kami terkabul. Lebih dari kopdar, Laras bahkan berkunjung dan bermalam di rumah saya.

Setelah melewati perjalanan yang terbilang tidak lancar: terjebak hujan, dan salah jurusan alias nyasar, Laras sampai ke rumah ba’da Isya dihantar gerimis. Komunikasi selama ini telah memberi saya gambaran sosok Laras, foto juga sering saya lihat. Saya langsung bisa mengenali Laras yang menunggu di depan pasar Grabag. Tak ada kejutan di luar bayangan, hanya mungkin Laras yang terkejut melihat saya dan dunia nyata saya,hehehe.

Laras terlihat exited dengan suasana rumah, sepi berselimutkan udara dingin. Sebelum tidur, dalam balutan selimut Laras bahkan bilang, “Aku di Bekasi nggak pernah lho tidur selimutan gini.” Tidak sampai larut malam kami ngbrol sebab kondisi kami sedang tidak begitu fit.

Paginya, saya bersyukur mendapat pengakuan dari Laras kalau tidurnya nyaman, bangun tanpa pegel-pegel. Jujur kan Ras? :D. Semalaman kami hari tidur empet-empetan di amben rumah yang sempit,hehe.

Saya ajak Laras jalan-jalan pagi, memperkenalkan ‘desaku yang kucinta’. Berkali-kali decak heran dan kagum terdengar. Maklum, orang kota yang terbiasa melihat kemacetan dan polusi mendapati suasana desa yang tenang, adem, ndeso, dan masih terdapat banyak sawah dan parit. Lokasi andalan yang saya tunjukkan kepada teman-teman yang datang, termasuk Laras, adalah jalan menuju Ngablak di daerah antara Kaliaji dan Kleteran. Di tempat itu, saat berdiri di satu titik, kami bisa memandang 7 gunung dari 4 penjuru mata angin: Telomoyo, Andong, Merbabu di sebelah timur, bersebelahan dengan Merapi di tenggara, Sumbing Sindoro di barat dan Ungaran di utara berpayung langit bersih. Tak bosan kami bernarsis ria di sana,hahaha. Pulang dari Kaliaji, jalan-jalan lanjut ke areal persawahan belakang rumah (coba sawahnya punya sendiri!)

Ucapan Laras yang diulang-ulang membuat saya GR,” aku langsung betah, hayo kamu harus tanggung jawab.” Tanggung jawab? Salah sendiri datang ke sini, sapa suruh? Hihihi. tambah kembang kempis hidung saya membaca testimonial lewat status fb Laras: Hal yang paling indah saat ini adalah menikmati suasana pedesaan Grabag, memandang gunung ungaran,sindoro,sumbing,merapi,merbabu dari satu titik. Sungguh sempurna cipataanNYA dan sungguh indah hidup ini…….

24 Desember 2010 jam 11:54

Saya bersyukur Laras begitu menikmati silaturahminya. Semoga bisa memberikan inspirasi dan semangat baru yang dibawa ke Bekasi. Terima kasih buat Laras, sudah berkenan datang. Beruntung bisa kenal Laras. Pertemuan dan perbincangan selama di rumah benar-benar saya syukuri. Saya semakin mengenal sosok Laras, kebaikan, kerendahan hati dan ketangguhannya.

Maaf juga buat Laras, nggak bisa nemenin jalan-jalan muter2 Magelang. Jangan kapok ya… trims fotonya ๐Ÿ˜ฆ

*hiks, ingin nambahin foto lagi MP lagi nggak mau diajak kompromi ๐Ÿ˜ฆ
Iklan

12 pemikiran pada “Catatan Kopdar: Semalam Bersama Laras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s