Istana Pasir

:Mena Larasati

Kau mengajakku bermain ke pantai

mengajariku melihat tiap butir yang terserak:
pasir kata

“kita akan membangun istana,” katamu

sambil menyimak deru ombak

bernyanyi bersama camar

kita bangun miniatur karang

juga puri berperapian di puncak gunung

istana kita berkilau ditempa temaram senja

biar halimun juga malam mengepungnya

mata kita tak terhalang melihatnya

menjulang

ombak boleh menjilat dan menelan

tak peduli angin menghapus tiap inci jejaknya

tapi kita telah membingkainya

di sebuah ruang:
hening

#memperingati satu tahun perkenalan dengan Laras:
suwun telah menemani, mengajari dan mengingatkan pada banyak hal; belajar bersama! :))

makasih atas ide buat postingan ini, hehehe… Tentu ini kalah jauuuhhh sama kata-kata racikan Laras. Yang pasti, ini buat pengingat semoga pertemanan kita langgeng, amin. . . :))

Iklan

33 pemikiran pada “Istana Pasir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s