[fiksi kilat] Hanya Memandang

Aku memandanginya, bidadari yang selama ini kurindukan. Wajahnya begitu teduh. Rasanya tak sabar mengikrarkan janji suci sebentar lagi. Setelah melewati berbagai pertentangan keluarga, akhirnya hari ini tiba.

“Sudah siap nak Iqbal?”

Aku mengangguk mantab.

“Baik, segera dimulai.”

Dengan lancar kulafalkan ikrar itu.

Satu kali saja, pak penghulu kemudian berujar,”sah?”

“Sah. . . . . .” serentak saksi menjawab kompak.

Dia kini menjadi istriku. Kutatap wajahnya dengan senyum. Ia semakin cantik dengan binar mata dan wajah penuh senyum. Ingin aku meraih tangan dan mengecup keningnya. . . Tapi kami terhalang jarak samudera dan benua. Aku hanya bisa memandangnya dari layar yang terpasang webcam.

*pernah diikutsertakan dalam:event FF MAYASMARA (long distance love), hanya lolos dalam 127 peserta naskah terpilih dari 392 peserta.

Iklan

16 pemikiran pada “[fiksi kilat] Hanya Memandang

  1. boemisayekti said: bisa memandangnya dari layar yang terpasang webcam.

    @moestoain:ayo baca dengan seksama lagi. . .:)@mutitem:aku pernah baca di internet, ada yg kyk gtu, kyk teleconference@biliksukma:terima kasih. . . ^^@cambai:saya kok ketinggalan, sampai gak tahu Uni? Info di fb ato mp? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s