[fiksi kilat] Sebatang Pohon Tumbuh di Rumahku

Di masa lalu, kami bertetangga. Kami tinggal di kompleks rumah dinas. Jendela samping rumah kami berhadapan. Suatu sore, beberapa hari setelah dia menghuni rumah samping dan saling berkenalan, kami bercakap dari balik jendela masing-masing. Kami mengobrol sambil makan buah. Habis buahnya, dalam canda tanpa sengaja dia melempar biji buahnya ke arahku, eh masuk ke rumah.

Lama-lama biji itu tumbuh besar. Betapa tidak, tiap pagi dan sore dia rajin menyiraminya dengan sapa dan tawa. Dari jendela ke jendela kami semakin sering bercanda. Tak terasa waktu begitu berpihak pada biji itu dan tumbuhlah menjadi sebatang pohon. Begitu pesat ia mengembangkan setiap batang, dahan, dan rantingnya. Pucuk-pucuk daun muda pun bermekaran, rindang. Sungguh nyaman aku berteduh di bawahnya, lebih-lebih saat aku letih.

Sekarang, dia sudah pindah rumah. Dia yang tak lagi menghuni rumah yang sama dengan kedua orang tuanya, punya rumah baru dengan penghuni baru yang menemani selamanya. Karenanya, aku ingin mencabut pohon itu. Ah, rupanya, itu bukan perkara mudah. Lajur-lajur akarnya begitu kuat mencengkram setiap butir tanah di rumahku. Gawat, kalau tidak segera dicabut, pohon itu akan tumbuh terus menjadi pohon terlarang. Ingin sekali aku datang ke rumahnya dan meminta, maukah kau datang ke rumahku sebentar sekedar mencabut pohon itu? Hff, kalau saja dulu aku tahu, sebuah biji bernama senyum itu ternyata biji kualitas nomer wahid.

###FF pertama yang saya tulis ketika MP sedang rame2nya dengan FF dua tahun silam…penasaran juga pengen belajar nulis

gambar pinjam dan ngedit dari sini

Iklan

2 pemikiran pada “[fiksi kilat] Sebatang Pohon Tumbuh di Rumahku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s