[#PostcardFiction] Hanya Memandang

KARTU POS 1 001

Aku memandanginya, bidadari yang selama ini kurindukan. Wajahnya begitu  teduh. Rasanya tak sabar mengikrarkan janji suci sebentar lagi. Setelah melewati berbagai pertentangan keluarga, akhirnya hari ini tiba.

“Sudah siap nak Iqbal?”

Aku mengangguk mantab

“Baik, segera dimulai.”

Dengan lancar kuucapkan ikrar itu.

Satu kali saja, pak penghulu kemudian berujar, “Sah?”

“Sah…………..” serentak  saksi  menjawab kompak.

Dia kini  menjadi istriku. Kutatap  wajahnya dengan senyum. Ia  semakin cantik  dengan  binar mata dan wajah penuh senyum. Ingin aku meraih tangan dan mencium keningnya… tapi kami terhalang  jarak samudera dan benua. Aku hanya bisa memandangnya dari  layar yang terpasang webcam.

#postcardfiction ini diikutkan dalam event di sini .

Iklan

6 pemikiran pada “[#PostcardFiction] Hanya Memandang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s