Sepotong Hati yang Baru

Gambar

Judul : Sepotong Hati yang Baru
Penulis: Tere Liye

Penerbit: Mahaka (imprint Penerbit Republika)

Cetakan: IV, 2013

Halaman: 204 halaman

Terwakili oleh gambar cover dan judulnya, perasaan,cinta terutama, menjadi tema kedelapan cerita dalam buku ini. Namun,kedelapan cerita itu memiliki latar beragam dan unik. Unik sebab, Tere Liye mengambil latar dari jaman kolonial, legenda dari Cina, kisah cinta Rama Shinta, hingga latar modern dengan era digital.
Cerpen pertama, “Hiks Kupikir Ini Sungguhan”, memotret fenomena mutakhir, Facebook yang potensial menimbulkan perasaan GR, cinta,dan salah paham lewat interaksi di dalamnya: update status, bertukar komentar,dan bertukar like.

Kehidupan perempuan Singkawang yang mengenal istilah nikah foto dan istri belian diperkenalkan oleh penulis lewat “Kisah Sie Sie”. Sie Sie yang keluarganya terjerat masalah ekonomi bersedia menjadi istri belian pemuda Taiwan. Sebelum berangkat ke Taiwan ia berjanji kepada ibunya untuk mencintai suaminya apa adanya dan ia akan memaksaperasaan yang sama muncul di hati suaminya. Bersuamikan pria kasar dan gemar hura-hura, perjuangannya dalam membuktikan janjinya serta perjuangan hidupnya di Taiwan begitu mengagumkan.

Dua cerita yang terinspirasi dari cerita lama adalah “Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay” dan “Percayakah Kau Padaku”. Lewat Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay ini saya jadi tahu kisah dari negeri Cina yang melegenda itu. Sebelumnya saya hanya kenal judul saja (parah!). Perayakah Kau Padaku adalah cerita ayah kepada (pusara)anaknya tentang kisah cinta sang ayah dan ibu yang dibingkai dengan cerita Rama Sinta. Tere Liye membidik persoalan kepercayaan dalam sebuah hubungan.

Satu cerita yang unik adalah “Itje Noerbaja dan Kang Djalil”. Seperti judulnya, cerita ini ditulis dengan ejaan lama sesuai dengan setting, jaman kolonial. Kisah cinta kedua bawahan di sebuah keluarga Belanda itu bukan semata-mata kisah percintaan biasa namun cinta mereka letakkan di bawah cinta kepada tanah air. Cita-cita yang diwujudkan dengan pengorbanan mereka adalah Indonesia merdeka.

Nah, khusus untuk perempuan, ada cerita yang menyentil soal kecantikan. Bagaimana memaknai sebuah kecantikan ditemukan dalam “Kalau Semua Wanita Jelek”.

Cerita-cerita dalam Sepotong Hati yang Baru membuka hati bagaimana mengelola perasaan, cinta terutama. Seperti buku-buku Tere Liye yang lain, bahasa dan alur cerita yang dibangunnya bisa membawa emosi pembaca masuk ke dalamnya hingga tak heran kalau sampai ada air mata yang menitik. đŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s