Gemuruh di Puncak Telomoyo

Gunung Telomoyo terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 1.894 m dpl dan merupakan gunung api yang berbentuk strato (kerucut) tetapi belum pernah tercatat meletus*.

Kamis (19/12) sebulan lalu, bersama anak-anak kelas 4, 5, dan 6 saya berkesempatan untuk mendaki gunung teresebut untuk ketiga kalinya. Mendaki gunung Telomoyo  mudah sebab jalur menuju puncak sudah tersedia berupa jalan beraspal meskipun sekarang terlibat rusak berat. Sebenarnya, untuk menuju puncak, dibutuhkan waktu tidak sampai 3 jam berjalan kaki. Namun karena saya harus mendampingi anak-anak yang tentu saja kemampuan dan kekuatan mendakinya berbeda-beda waktu yang saya butuhkan menjadi lama. Start dari desa Dalangan di kaki Telomoyo pukul 08.45 WIB sampai di puncak pukul 12an.

Gunung Telomoyo diapit oleh gunung Andong, Ungaran, Merbabu, dan Sumbing. Itu sebabnya, selama perjalanan, selain bisa menikmati pemandangan sekitar yang indah menyejukkan seperti landskap pedesaan sekitar, pendaki juga memandang gunung Andong. Saya yang terbiasa melihat gunung Andong dari kampung tempat tinggal saya. kali itu saya bisa melihat Andong dari sisi yang berbeda. Karena pemandangan indah selalu menyertai, tak heran kalo sepanjag perjalanan kami sibuk berfoto.  Berapa langkah maju, eh ada pemandangan bagus, cek krekkk….

DSCF2544

DSCF2551

DSCF2553

DSCF2557

di Telomoyo ada porter juga 😀


Pendakian gunung Telomoyo kali Kamis lalu adalah ketiga kalinya buat saya, pertama kedua semasa SMU. Namun, kali ini begitu berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Saye merasakan bagaimana mendaki di musim penghujan, dengan cuaca yang memburuk menjelang puncak.

Image5027

Mendekati puncak saya merasakan berjalan menembus kabut. Hujan semakin deras, kabut semakin tebal, dan angin berembus semakin kencang. Di puncak, dingin menggigit sehingga hal yang lakukan pertama kali adalah makan :D.  Pengalaman yang berbeda, di kompleks bangunan menara penerus signal radio itu saya bisa mendengar gemuruh angin. Suara angin yang seperti  baru saya dengar setelah sebelumnya pernah mendengar desau angin (indah sekali!) dan merasakan hembus angin.

DSCF2582

Cuaca buruk masih membayangi ketika turun, namun berangsur-angsur mendung menghilang sehingga pemandangan sekitar puncak terlihat. Melihat landskap kota Ambarawa dan Salatiga, indah. Lebih-lebih, luasnya Rawa Pening juga bisa dinikmati.

DSCF2588

Rawa Pening terlihat sedikit setelah kabut tersingkap

DSCF2591

landskap kota dari atas

Begitu sampai di bawah, beristirahat dan shalat duhur di masjid desa Dalangan, saya meresapi satu pengalaman seru bersama anak-anak. Betapa anak-anak telah merasakan pengalaman luar biasa. Mereka yang terbiasa hidup enak dan nyaman di rumah, dekat dengan kemanjaan,  pendakian itu memberikan suatu kemandirian dan ‘perjuangan’. Yap, mereka memang  membutuhkan pengalaman semacam itu: melawan rasa lelah, dihajar hujan dan kabut, juga kesabaran menuju  puncak.

Image5015

masjid Dalangan

*Wikipedia Indonesia

*meminjam foto-foto dari bu Mukaromah, maturnuwun. Dua foto pribadi foto masjid dan foto anak-anak bermantel.

Iklan

8 pemikiran pada “Gemuruh di Puncak Telomoyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s