[Review] Menanti Cinta oleh Adam Aksara

menanti cinta

 

Judul Buku    : Menanti Cinta
Penulis            : Adam Aksara
Penerbit         : Mozaik Indie Publisher

Cetakan          : 1, Februari 2014
Halaman        : 210

Menanti Cinta, novel karya Adam Aksara berhasil memikat saya dengan prolog dan satu bab pertama. Dua bab itu membuat saya enggan meletakkan novel bersampul pink manis. Dibuka dengan tokoh Alex, seorang yang secara fisik tergantung pada kursi roda karena kakinya terkena polio ketika kecil, bersikeras menempuh jarak 4 km dengan kursi rodanya, hanya untuk menemui Clarie meskipun pada akhirnya ia harus menyerah pada ketakutan-ketakutan yang menderanya. Pada akhirnya juga, ia harus menghubungi Suryo, detektif sewaannya untuk membereskan masalah-masalah yang dihadapi Clarie.

Tanda tanya berkejaran di kepala saya. Siapa sebenarnya Clarie, apa hubungannya dengan Alex? Nama-nama yang dipilih, kenapa Clarie, kenapa Alex,sebenarnya settingnya di mana?

Pada bab pertama, alur kemudian beranjak maju. Seorang penulis lepas mendadak menerima cek yang terbilang tidak sedikir berserta sebuah surat, sebuah permintaan membuat buku biografi Joko Alex Sudono . Dia pun mencari si pengirim surat. Ia tiba di sebuah kota kecil berhawaa dingin. Surat itu membawanya bertemu dengan Clarie Putrie Puspita di sebuah klinik tempat kerja Alex. Penulisan biografi itu kemudian menguak bagaimana hubungan Alex dan Claire.

Clarie terlahir dari seorang perempuan pelacur. Memiliki seorang ibu yang gemar menghambur-hamburkan uang untuk membeli minuman keras, Clarie berperan sebagai tulang punggung keluarga. Beruntung selepas sekolah menengah, Clarie bisa melanjutkan kuliah karena mendapat beasiswa. Namun hidup Clarie jauh dari kata enak. Selain bekerja paruh waktu di Mark’s Burger untuk menghidupi keluarganya, setiap harinya ia terpaksa pulang di atas pukul 10 malam untuk menghindari ayah tirinya, Candra. Berkali-kali ayah tirinya, mantan tentara yang dipecat karena ketahuan melecehkan beberapa wanita, mencoba untuk menyentuhnya namun dibiarkan saja oleh ibunya. Pada jam sepuluh malam , Candra biasanya telah keluar rumah menuju ke tempat-tempat minum atau berada di jalanan. Tak hanya ayahnya, Markus pemilik Mark’s Burger pun berusaha menyentuh Clarie atas tawaran ibunya.

Menunggu waktu hingga pukul 10 malam, Clarie menghabiskan waktu di kampus dengan membaca di keremangan lorong. Tak ada pilihan tempat lain yang nyaman baginya. Apa yang dilakukan Clarie setiap malam menarik perhatian Alex, dosen kimia di kampus itu sekaligus kepala penelitian sebuah pabrik kimia.

Menyadari kerterikannya pada Clarie dari hari ke hari semakin besar, Alex yang bisa melakukan segala hal dengan uang dan kekuasaan yang dimilikinya, pelan-pelan merubah jalan hidup Clarie. Usaha pertamanya adalah membuka perpustakaan lama pada malam hari dengan staf yang dibayar khusus oleh Alex agar Clarie mendapatkan tempat belajar nyaman. Dengan bantuan Suryo, Alex menyelematkan hidup Clarie, tidak saja dari ancaman Markus dan keluarganya sendiri, namun ia juga membuat Clarie bisa bertahan di kampus karena beasiswa. Hal terbesar dalam hidup Clarie adalah tinggal di kediaman Alex. Semua berjalan dengan lancar. Cinta tumbuh di antara mereka. Hingga datang seorang dokter dari Perancis untuk memberikan ceramah singkat kepada para dokter muda dan perawat yang akan segera diwisuda. Kedatangan dokter itu tidak hanya memberikan pilihan sulit bagi Clarie, dalam hubungannya dengan Alex yang hampir menikahinya, namun dokter itu juga menungkap masa lalu Clarie.

“Cinta tidak pernah membebani,ia meringankan orang yang memilikinya dan cintainya.
Setidaknya pria itu mencintai seseorang dengan caranya sendiri. Meski caranya itu akhirnya membunuhnya juga. “ 207

Benarkah keputusan Clarie untuk saling melepaskan dan berjanji akan bertemu lagi adalah keputusan yang tepat?

Mampu mencintai adalah sebuah yang sangat indah. (hal 208)

 

Adam Aksara, sepanjang membaca bab-bab awal, nama penulis itu menggeletik rasa ingin tahu saya. Berkali-kali saya membolak-balik buku untuk mendapatakan profil penulis namun tidak saya temukan. Bidang kimia yang melatarbelakangi kehidupan Alex bagi saya menarik. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Alex kecil membuat alur cerita menarik diikuti. Apakah dunia kimia memang berhubugan dengan latar belakang penulis sendiri, ataukah penulis melakukan riset selama proses penulisan novel? Jika penulis melakukan riset, penulis terlihat berusaha melakukannya dengan rapi untuk menjalin alur meskipun penulis sebenarnya bisa menggalinya lebih untuk menambah detil cerita. Rasa penasaran saya berangsur-angsur menurun ketika cerita memasuki babak kehidupan Clarie. Ia mulai mendapat bantuan-bantuan dari Alex. Beragam kemudahan yang didapatkan Clarie terasa manis namun membuat alur cerita menjadi datar. Alur kembali menjak ketika Dokter Jean datang ke kampus dan membicarakan hal penting dengan Alex.

Alur cerita yang diusung penulis teramat cepat, tak heran saya hanya membutuhkan 2-3 jam untuk merampunkan novel ini. Lebih-lebih gaya bahasa yang digunakan terlampau lugas tanpa pemakain gaya bahasa. Tak hanya lugas, penulis terlihat kurang jeli dalam hal diksi. Hal ini terlihat dari penggunaan kata yang kurang tepat maupun dari segi struktur kalimat berikut ini.

…suhu udara di sekitar terasa dingin dan menyengat ke dalam tulang. (1)

Selain itu, dia juga harus menahan diri dari yang namanya kebahagiaan saat diminta utang-utang sebelumnya yang belum juga dapat dilunasi sebelum waktu gajian. (hal.24)

Dari segi penokohan,di awal-awal cerita saya bertanya kenapa Clarie,kenapa Alex. Kenapa nama Clarie dipilih sedangkan nama belakannya masih tersemat nama khas Indonesia. Pemilihan nama tersebut terbilang cukup cermat. Dari segi setting, kekhasan tempat maupun latar belakang sosial budaya kurang diekspolor oleh penulis.

 

Terima kasih kepada Mozaik Indie Publisher yang memberikan buku ini lewat 100 Buku untuk 100 Resensor

Bagi yang berminat membeli silakan kunjungi Mozaik Indie Publisher. Alamat web kami: http://mozaikindie.com

 

dikutkan dalam http://kubikelromance.blogspot.com/2013/12/update-indonesian-romance-reading.html

Iklan

10 pemikiran pada “[Review] Menanti Cinta oleh Adam Aksara

    • hihi….. sebenarnya lempeng-lempeng aja kok alurnya, hanya ada bagian cerita dari tokoh penulis yang membingkai cerita itu 🙂 atau jangan-jangan review saya yang bikin rumut ya…. hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s