[Oleh-Oleh Workshop Tulis Nusantara Magelang] Kamu Penulis?

Gambar

Beruntung bagi saya, Magelang menjadi salah satu dari 12 kota penyelenggaraan Workshop Menulis Tulis Nusantara. Sebelas kota yang lain adalah Jakarta, Bandung, Kendari,Palangkaraya, Gorontalo, Palangkaraya, Bandung, Yogyakarta, Pamekasan, Medan, Riau, Batam, dan Bengkulu. Workshop ini diadakan sebagai praevent lomba Tulis Nusantara 2014. Ya, nggak peduli besok mau ikut lombanya atau tidak, yang pasti saya bisa menimba ilmu dari workshop yang bertempat di hotel Atria Magelang Rabu, 21 Mei 2014 kemarin, pukul 12.30—16.30 WIB.

Didominasi oleh mahasiswa dari Universitas Negeri Tidar Magelang dan Universitas Muhammadiyah Magelang, di workshop itu sepertinya saya menjadi peserta ‘tua’ bersama satu teman saya. Nggak masalah, yang penting saya enjoy meninkmati acara itu.

Acara diisi dengan 2 sesi. Sesi pertama, sharing kepenulisan diisi oleh Feby Indirani, penulis sejumlah buku. Sebut saja buku Memilihku,The Story Book of Just Alvin,Ahmadiyah Keyakinan yang Digugat, dan sejumlah buku antologi bersama . Dalam sesi ini, ada pertanyaan menggelitik yang dilontarkan Feby. Kamu penulis? Untuk men,awab ya atau tidak, kita bisa menyimak perbedaan antara Penulis dan Bukan Penulis

Penulis

Bukan Penulis

Membaca menjadi prioritas

Tidak menunggu mood

Riset dan memperlakukan data dengan hati-hati

Menghargai pembaca

Mulai menulis sekarang

Menyelesaikan tulisan

Tidak membaca

Menunggu mood

Malas meriset dan mengecek ulang data

Meremehkan pembaca

Berharap menjadi penulis

Banyak memulai, tidak menyelesaikan

Feby menenkankan tentang tujuan yang jelas bagi seorang penulis, point yang ingin disampaikan apa, sehingga penulis memiliki energi untuk menuntaskan tulisan, kendati ia pernah berhenti menulis karya yang sedang digarapnya.

Penulis, pemula apalagi, mesti hati-hati dengan racun. Apa itu racun bagi penulis?

  1. Terlalu membicarakan karya,
  2. Memberikan tulisan yang belum selesai
  3. Membandingkan diri secara berlebihan
  4. Ingin instan
  5. Cepat puas diri
  6. Terlalu fokus pada pencitraan
  7. Menyerah

 

Point penting bagi saya adalah saya yang belum konsisten, menulis harus selalu ingat TUJUAN menulis.

 

Sesi kedua diisi oleh Risna editor dari Plot Point.   Pemaparannya ingin menyamakan persepsi dengan peserta workshop mengenai apa itu kearifan lokal. Materinya memberikan pencerahan buat saya, cukup gamblang memberikan point penting tentang tema dalam lomba Tulis Nusantara: “Menjelajah Inspirasi Kearifan Budaya Indonesia. Sedikit materi yang bisa diringkas adalah:

Sebuah budaya selalu punya nilai yang diterjemahkan dalam tiga hal: perangkat, pelaku, dan ritual (termasuk di dalamnya kebiasaan, kepercayaa)

Nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga oleh budaya tersebut. Kearifan lokal adalah sebuah metode pemecahan masalah yang ada dalam budaya sebuah tempat. Sebagai contoh di Kampung Naga, ada sebuah hutan “terlarang”. Dikatakan terlarang bukan karena angker atau mistis, namun lebih dikarenakan masyarakat setempat ingin menjaga nilai kelestarian alam.

Kearifan lokal juga bisa dikatakan sebagi metode untuk mendapatkan nilai atau menghilangkan ancaman terhadap hilangnya nilai.

Setelah persepsi mengenai kearifan budaya lokal bisa dipahami oleh peserta, pemateri kemudian melanjutkan dengan materi cerita. Point penting dari sebuah cerita yang saya tangkap dari worksop adalah   perubahan. Cerita adalah sebuah perubahan, dari titik awal menuju titik akhir, ada faktor perubahnya. Nilai itulah yang menjadi pengubahnya.

 

Saya menikmati rangkain acara worksop yang diselingi dengan sesi foto bersama dan coffee break. Yummi… lebih menarik lagi, peserta worshop disangoni dengan sebuah sertifikat dan satu map berisi materi, stiker, blocknote, pulpen,dan poster perlombaan . Gratis, dapat ilmu pula.

 

 *terima kasih buat  Umi Nur Arifah dokumentasinya

Iklan

6 pemikiran pada “[Oleh-Oleh Workshop Tulis Nusantara Magelang] Kamu Penulis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s