[Diari Janitra] Gowes:dari Desa ke Desa Jelajah Secang

Ini pertama kalinya Janitra yang diboncengin bapak menempuh perjalanan lumayan jauh di atas boncengan sepeda belakang. Sebagai pendatang baru, ciee, pesepeda baru, ini ketiga kalinya saya bersepeda namun yang ketiga ini rutenya sudah lumayan jauh. Kami menjelajah dari desa ke desa di Kecamatan Secang bagian selatan. Mulai start rumah Tegalsari, kami melewati Sidorejo, Karanggeneng Payaman, Weru Madusari, Candiretno, Canden (Pucang), Nggelayahan,  Bengkung, Manggis, Tegalsari.

Bersepeda menjadi agenda rutin kami, lebih-lebih liburan ini. Nah, kebetulan mbah uti dan kakung juga punya agenda jalan-jalan, maka kami diajak janjian  sarapan di Gleyahan. Desa Pucang terkenal dengan kuliner bebek dan entoknya. Di Gleyahan, ada warung makan yang menjadi favorit keluarga. Dengan melewati rute yang berbeda, harapannya kami akan sampai pada waktu yang bersamaan dan menikmati sarapan. Jadi sekalian ngetrip dengan gowes sekaligus wisata kuliner :D.

Maka dimulailah perjalanan kami kurang lebih pukul 06.30. Sampai SD Madusari Secang, rute pernah kami tempuh. Perjalanan harus berlanjut. Dari Madusari hingga Pucang, kami harus melewati dua tanjakan ekstrim. Hosh… hosh… Berat ketika harus menuntun sepeda. Janitra dengan setia ikut berjalan, diminta tetap dibonceng Janitra tak mau. Sipp nak..  Tapi kasihan juga ketika jalan begitu menanjak 😀

Dari Pucang hingga Gleyahan, jalan yang kami lalui begitu teduh dan asri, melewati pematang sawah dan dusun-dusun dengan jalan setapak. Tak ada rasa lelah. Begitu sampai Gleyahan, kebetulan sesuai prediksi, kami sampai berbarengan, tapi….. warung belum buka. olala! Em.. sebenarnya, kami bisa sarapan di sana hanya saja menu belum komplit karena masih terlalu pagi.

Perjalanan dilanjut. Sarapan harus tetap jalan. Di Warung Johar Sari Gleyahan tak dapat, mbah uti pengen lanjut ke Setia Rasa Pucang. Olala, untuk ukuran saya dan Janitra (meski hanya bonceng) jauh. Berikutnya kami melewati jalan raya Pucang–Magelang.  Kring kring gowes gowes lagi.

Alhamdulillah sampai di Setia Rasa Secang, meski belum buka juga, tapi ready. Sarapan pun tiba!

Image5943

Selesai sarapan, membayangkan kembali melewati rute yang sama, rasanya aduuhhh.. capek. Yang saya bayangkan adalah melewati dua tanjakan yang ekstrim. Kasihan Janitra kalau harus jalan, meskipun kalau memang sudah merasa capek Janitra mau saja tetap duduk di boncengan. Melihat begitu jauhnya rute perjalanan, mbah uti dan kakung pulang naik angkot. Saya tawarkan kepada Janitra untuk ikut naik angkot. Kasihan Janitra ketika harus berpanas ria dan berada di belakang boncengan. Untuk ukuran anak kecil yang masih suka bebas, pasti capek dan bosan. Nyatanya Janitra menolak. Janitra yang tabah dan setia bersikeras ikut ibu dan bapak naik sepeda.

Setelah di rasa cukup puas sarapan dan beristirahat, dimulailah perjalanan lagi. Masih melewati jalan raya Pucang-Magelang,kami sempatkan mampir di pasar Pucang, tepatnya di pusat suvenir khas Pucang. Pucang terkenal dengan kerajinan dari tanduk. Di tempat itu, tersedia tak hanya suvenir berbahan tanduk. Aneka suvenir unik dari yang termurah ada. Tak mau pulang dengan tangan kosong, kami membawa oleh-oleh solet kayu untuk memasak :D.

Image5946

Menyusuri jalan raya,  kami kemudian masuk desa Candiretno  melewati Cetokan, Manggis, dan menyusuri sawah dan sungai.

Image5949

Sampai di Manggis, saya lihat Janitra sudah nempel pada bapak. Gawat. Janitra terlihat ngantuk. Saya wanti-wanti jangan tidur dulu. Bapak pun tak henti mengajak ngobrol. Lancar. Kurang dari pukul 11.oo kami sampai di Tegalsari lagi.

 

#diariJanitra_3,5tahun

 

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “[Diari Janitra] Gowes:dari Desa ke Desa Jelajah Secang

  1. Salam kenal…
    Cerita yg menarik mbak. Kebetulan sy juga suka gowes dan kebetulan jg bbrp hari lalu sptnya sy gowes melewati rute yg sama dgn jenengan, dari Payaman – Pucang – Sindas – Payaman. Dan dua tanjakan ekstrim tsb sptnya juga sy lewati, bener2 ngosngosan.. Oiya sy tinggal di Payaman dekat pesantren, jenengan di Tegalsari ya, itu di mana to Mbak?

    • salam kenal juga….wah ini tetangga ya, hehehe, sesama penggemar gowes juga. Tegalsari itu masuk Jambewangi, tidak jauh dari payaman, sambung masuk.tepatnya dari sebelah warung jadul itu masuk, pinggir kali manggis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s