Sebuah Apresiasi Kecil

Seusai upacara, seperti biasa, siswa-siswi bersalaman dengan bapak ibu guru. Tiba seorang siswi kelas 5 berwajah manis di hadapan, sembari bersalaman, tersenyum dia berkata,”Bu Yani nulis cerita di facebook ya?”

Saya mengerutkan kening, cerita? di fecebook, perasaaan saya nggak nulis cerita?

“Cerita apa?” bingung saya.

“Itu lho cerita dek Janitra,” ujarnya sambil terus berjalan.
“Blog,” teman saya menyahut.

Oalah, ternyata diari Janitra yang saya tautkan di Facebook. Em… ternyata ada siswa saya yang membaca blog saya, “namanya boemisayekti kan Bu?” lanjutnya ketika istirahat. Meski sepi, saya bersyukur ada orang dekat yang singgah di rumah maya saya, dan itu siswa saya. Senang rasanya. Harapannya, kalau mereka membaca blog saya, atau tulisan saya yang lain, saya bisa sedikiiiittt, secuil saja, menginspirasi mereka untuk menulis juga. Bahwa ketika saya mengajak mereka menulis pada pelajaran Bahasa Indonesia, saya tidak njarkoni atau NATO.

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu ketika saya baru saja menaruh  satu buku antologi cerita anak yang terbit secara indie  ke perpustakaan,
“Bu  Yani nulis cerita di buku ya?”seorang siswa bertanya exited.
“Iya Mbak, gimana?” saya balik bertanya kalem. Lalu muncul satu tanggapannya.

     dua buku antogi yang terbit  secara indie

Begitu pula, ketika salah anak-anak menemukan ada nama saya pada antologi HomeTown #1, mereka seperti gumun.

Belum selesai sampai di situ, ketika cerpen pertama saya muncul di majalah Adzkia, seorang lelaki kecil di kelas saya berlari-lari mendekati saya, “bu Yani nulis cerita di Adzkia ya, judulnya Pindah Rumah.”

Beberapa siswa melakukan yang sama sambil menunjukkan majalah itu. Pun ketika yang kedua kalinya cernak saya muncul di majalah yang sama. Saya bisa tersenyum sepanjang hari mengingat apresiasi dari siswa saya. Bahkan ada seorang siswa dari sekolah tempat suami mengajar yang menanyakannya kepada suami.

Jadi, kurang bersyukur apa sebenarnya saya? Kurang apalagi semangat menulis yang Allah berikan lewat siswa-siswi saya? Jadi kenapa saya masih malas-malasan menulis? Masih enggan mengisi blog ini secara rutin meski hanya coretan-coretan curcol? Mengapa saya masih belum produktif menulis?

 

Iklan

4 pemikiran pada “Sebuah Apresiasi Kecil

  1. Buku atau karya sesederhana apa pun punya nilai dan manfaat tersendiri bagi orang-orang tertentu. Jadi tak perlu minder walau orang bilang cuma indie dan sebagainya. Berkarya selalu membuahkan manfaat dan insya Allah amaal jariyah. Selamat dan terus berkarya ya Mbak ! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s