GA Jejak Kaki Misterius

Buku anak selalu menarik buat saya. Saya mulai mengoleksi buku anak bahkan ketika masih kuliah. Ketika ada book fair atau obral buku, buku anak murah meriah selalu menjadi incaran. Saya sudah berfikir untuk mengumpulkan buku-buku untuk anak saya kelak.  Terlebih sekarang, sudah ada seorang putri yang wajib saya tulari virus membaca dan ada anak-anak les yang haus bacaan baru karena kami beri tantangan membaca.

Mengetahui ada giveaway buku anak, saya tertarik untuk ikut. Siapa tahu menjadi rejeki anak saya.  Jejak Kaki Misterius menimbulkan rasa penasaran tersendiri untuk calon pembaca, dari segi judul maupun kover.   Yang paling membuat saya penasaran adalah 3 judul berikut:

  1. Peta Ingatan Ule

Nama Ule membuat saya penasaran, dari mana ia berasal? Selama ini saya menyukai cerita dengan warna lokalitas. Pengetahuan bertambah karena warna lokal yang menjadi setting. Nama Ule di benak saya adalah anak dari luar Jawa karena nama itu masih asing di sini.  Peta Ingatan sendiri menimbulkan rasa ingin tahu, peta ingatan tentang apa?  Kenapa harus dipetakan? Apakah peta itu semacam mind map?

  1. Pencuri Berlonceng

Judulnya menimbulkan sesuatu yang kontras sehingga menarik rasa penasaran saya. Pencuri lazimnya datang secara sembunyi, sebisa mungkin menyembunyikan semua gerak dan suaranya sehingga tidak ketahuan. Namun kenapa pencuri itu justru berlonceng, tindakan yang justru menimbulkan kegaduhan. Jadi kenapa judulnya seperti itu?

  1. Pengendara Perahu Asing

Unsur yang membuat penasaran adalah settingnya. Penulis pastilah setting lautan. Ini adalah setting yang saya sukai. Perahu asing itu datangnya dari mana juga membuat penasaran. Perahu terdamparkah? Atau….?

 

Rasa ingin tahu memenuhi benak melihat dan membaca sekilas judul-judulnya. Nah, itu salah satu kriteria buku anak yang baik menurut saya. Buku anak yang baik tentu bisa menimbulkan rasa ingin tahu anak sehingga ia mau membacanya. Kalau sudah membaca, rasa ingin tahu terhadap hal lain bisa  ditimbulkan dari buku itu  pula. Buku yang baik juga mendorong anak untuk kreatif.

Itu kriteria pertama. Yang kedua adalah temanya dekat dengan anak-anak, menggambarkan dunia anak-anak, bukan dunia orang dewasa yang diperankan oleh anak-anak.  Sebagai contoh, cerita tentang anak yang sudah menggilai gaya hidup artis atau budaya negara lain yang sedang ngehits. Hal itu misalnya terlihat dari percakapan antar tokoh yang membicarakan hal tersebut. Menurut saya yang semacam ini kurang cocok untuk anak-anak.

Ketiga, bahasanya mudah dicerna. Bahasanya ringan, runtut,dan kalimatnya tidak panjang-panjang.  Bahasa menurut saya penting. Kalau dari segi bahasa saja sudah membosankan, anak-anak akan mudah berganti hati 😀 Selain ringan, bahasa untuk cerita anak juga tidak dipenuhi oleh bahasa-bahasa asing.

Keempat, harus ada nilai  yang dibagi.  Buku yang baik idealnya memberikan pesan  kebaikan kepada anak-anak, tidak sekedar menghibur. Demikian pula untuk buku-buku pengetahuan, tentu harus sarat dengan pengetahuan, tidak hanya menampilkan gambar saja misalnya.

Kelima, kalau untuk buku cerita,  menurut saya ceritanya tidak berakhir tragis. Happy ending justru bagus. Anak- anak dengan segala kepolosan, keceriaan, tentu membutuhkan bacaan yang menimbulkan rasa gembira dan ceria. Tidak dibebani oleh kesedihan.  Cerita seperti petualangan dan penejelajahan yang berakhir dengan gembira tentu akan memberikan efek yang positif bagi anak.

 

Saya berharap, buku anak-anak di Indonesia memiliki beberapa kriteria seperti di atas.  Selain itu, saya punya harapan khusus untuk buku anak di Indonesia.  Saya berharap, buku-buku anak  Indonesia lebih banyak menggali inspirasi dari tokoh-tokoh besar. Indonesia kini sedang diserang oleh budaya asing yang cenderung instan dan hedonis. Buku-buku anak yang menceritakan tokoh-tokoh besar, baik itu dari tokoh muslim besar maupun dari tokoh-tokoh bersejarah di Indonesia tidak hanya memberikan wawasan mengenai tokoh tersebut namun juga teladan yang baik. Saya berharap, buku-buku anak terjemahan, seperti komik, yang  ikut mewarnai buku anak di Indonesia juga lebih selektif, buku yang banyak mengedepankan akhlak dan sesuai dengan budaya di Indonesia.

 

Cermat memilih buku bacaan untuk anak bagi saya penting. Seperti buku-buku anak yang saya baca, selain buku berisi cerita-cerita yang menghibur,fantastis, buku sains dan pengetahuan,  ada juga buku yang sarat nilai-nilai: nilai kebijaksanaan dan keberanian. Namun…….. bagi saya, kok rasanya ada yang kurang. Untuk saya pribadi ada kriteria satu lagi yang perlu saya tambahkan dalam memilih buku untuk perpustakaan impian kelak, buku yang saya berikan untuk anak saya khususnya. Saya ingin buku-buku yang saya miliki selain mengajarkan nilai-nilai kebaikan, inspiratif, juga harus mendekatkan pada Sang Khalik, pada Sang Pemilik Hidup. Saya ingin mengoleksi buku-buku yang bisa mengenalkan anak kepada agama Islam dan tokoh-tokoh besar yang dimilikinya.20160229_231915[1]

buku-buku tentang tokoh Islam untuk anak saya

Saya merasakan sendiri perbedaannya, ketika membaca buku buku-buku atau novel-novel yang inspiratif saja dengan membaca buku-buku yang selain inspiratif juga memuat nilai-nilai agama. Ketika membaca buku yang menghibur dan inspiratif, saya hanya mendapatkan dua hal itu. Ketika membaca buku yang mengandung muatan pengetahuan, hanya itu juga yang saya dapatkan. Namun ketika membaca buku insipratif atau buku pengetahuan yang didalamnya nama Allah disebut, ada nilai-nilai agama yang dibagi, saya merasakan adanya motivasi untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.  Ada ajakan untuk lebih mengingat Allah, ada inspirasi untuk berusaha memperbaiki diri dalam hal ibadah.

Itu yang saya rasakan, itu sebabnya dalam memilih bacaan untuk Janitra saya juga ingin ia membaca buku-buku yang di dalamnya ada nama Allah disebut, buku-buku tentang tokoh kebesaran Islam, buku-buku pengetahuan  yang membuat dan mengajak ia lebih mengingat Allah. Saya ingin ia tak hanya mendapatkan pesan-pesan kebaikan saja secara universal, pengetahuan tentang  alam dan isinya, namun buku-buku itu juga mengingatkan ia pada Sang Pemilik Hidup, mengajak ia untuk dekat dengan Allah.

 

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Jejak Kaki Misterius” 

jejak

Judul : Jejak Kaki Misterius

Penulis : Riawani Elyta, Kayla Mubara, Pujia Achmad, Dian Onasis, Diannur Fajria, Afin Yulia, Anik Nuraeni, Yurie Zhafiera, Hairi Yanti, Erlita Pratiwi, Ilham Fauzi, Binta Al Mamba, Wawat Smart, Vanda Arie

Lini : Lintang (Penerbit Indiva)

ISBN : 978-602-1614-86-0

Harga : 30K

Iklan

6 pemikiran pada “GA Jejak Kaki Misterius

    • kebetulan materi di lomba itu sudah ada di draft yana, menambal tulisan di jam2 mau detlen. sambil ngantuk, sempet merem juga di depan netbook aku posting setengah dua belasan. sama, internet juga sempat bermasalah sampe hampir mutung. baru kurang seperempat jam berhasil posting…
      memang di tempat kerja ada wifi lancar jaya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s