[Diari Janitra] Ini Matahariku!

12781986_10205407017927229_1659728586_n

“Buk, iki apa?” tanya Janitra di depan gambarnya sore tadi.
“Iki mat-ta-har-ri,” jawabnya sendiri sebelum ibuk menjawab.
Ibuk memberi pujian, exited, tak menyangka Janitra akan menyelesaikan coretannya sebentuk matahari. Disangkanya Janitra hanya akan menggambar pororo, figur gambar yang dicoretkan dalam bentuk sebuah lingkaran besar, ada 2 mata di dalamnya dan dua garis yang diartikannya sebagai kaki. Itu yang biasa digambarnya.

“Janitra nggambar pororo,” katanya selalu bangga memperlihatkan gambarnya.

12804402_10205407354335639_1563924501_n

Menarik mengamati perkembangan seni rupa anak. Janitra yang dulunya hanya mengambar garis-garis bertalian semacam benang ruwet atau seperti cacing, heheh sekarang sudah berbentuk minimal seperti kepala dengan dua mata.

Sore tadi ibuk menyangka Janitra akan menggambar pororo. Garis-garis di luar lingkaran yang dicoretkannya bermula dari samping. Ibuk menyangka Janitra akan menggambar telinga. Eh, ternyata berlanjut hingga menjadi sinar.

Ibuk sendiri tidak pernah mengajari Janitra menggambar. Matahari atau pororo yang digambarnya mungkin diketahuinya berdasarkan gambar-gambar yang Janitra lihat. Gambar yang sering digambar ibuk kebanyakan hanya bebek, es krim, dan donat. Menggambar es krim dan donat karena Janitra sering menirukan mbak-mbak dan mas-mas yang belajar dengan bapak ketika menyebut belajar matematika, IPA, dll. Janitra akan meminta hal yang sama dengan ibuk, “Buk, it(r)a belajar matematika.” Maka ibuk akan menggambar sembari berkata, “satu donat ditambah dua donat,” atau “dua es krim ditambah dua es krim,” dan sebagainya. Begitu saja Janitra akan senang dan merasa ia juga les seperti mbak-mbak dan mas-mas. :D. Tidak lebih. Hanya menggambar di buku sembari bermain. Yang penting pegang buku dan pensil, rasanya Janitra seperti anak sekolah.

Saat ini, umur Janitra 3 tahun  9 bulan. Menurut periodesasi dan karakteristik seni rupa anak, gambar yang dicoretkannya masuk masa coreng moreng (2–4 tahun). Paparan mengenai periode ini dapat saya kutipkan dari hasil googling berikut ini:

Masa Mencoreng (scribbling)   : 2-4 tahun

Goresan-goresan  yang  dibuat  anak  usia  2-3  tahun  belum  menggambarkan  suatu  bentuk  objek.  Pada  awalnya,  coretan  hanya  mengikuti  perkembangan  gerak motorik.  Biasanya,  tahap  pertama  hanya  mampu  menghasilkan  goresan  terbatas, dengan arah vertikal atau horizontal. Hal  ini tentunya berkaitan dengan kemampuan motorik  anak  yang  masih  mengunakan  motorik  kasar.  Kemudian,  pada perekembangan  berikutnya  penggambaran  garis  mulai  beragam  dengan  arah  yang bervariasi pula. Selain itu mereka juga sudah mampu mambuat garis melingkar.

Periode ini  terbagi ke dalam  tiga tahap, yaitu:

1) corengan tak beraturan,

2) corengan terkendali, dan

3) corengan bernama.

Ciri  gambar yang dihasilkan anak pada tahap  corengan tak beraturan  adalah bentuk  gembar  yang  sembarang,  mencoreng  tanpa  melihat  ke  kertas,  belum  dapat membuat corengan berupa lingkaran dan memiliki semangat yang tinggi.

Corengan  terkendali  ditandai  dengan  kemampuan  anak  menemukan  kendali  visualnya  terhadap  coretan  yang  dibuatnya.  Hal  ini  tercipta  dengan  telah  adanya kerjasama  antara  koordiani  antara  perkembangan  visual  dengan  perkembamngan motorik.  Hal  ini  terbukti  dengan  adanya  pengulangan  coretan  garis  baik  yang  horizontal , vertical, lengkung , bahkan lingkaran.

Corengan  bernama  merupakan  tahap  akhir  masa  coreng  moreng.  Biasanya terjadi  menjelang  usia  3-4  tahun,  sejalan  dengan  perkembangan  bahasanya  anak  mulai  mengontrol  goresannya  bahkan  telah  memberinya  nama,  misalnya:  “rumah”, “mobil”,  “kuda”.  Hal  ini  dapat  digunakan  oleh  orang  tua  atau  guru  pada  jenjang pendidikan  usia  dini  (TK)  dalam  membangkitkan  keberanianan  anak  untuk mengemukakan  kata-kata  tertentu  atau  pendapat  tertentu  berdasarkan  hal  yang digambarkannya.

Materi yang sama (yang saya kutip) pernah saya baca pula di Modul Perkembangan Seni Rupa dari Universitas Terbuka. Malas ngetik ulang jadi cari di google saja :D.

Iklan

3 pemikiran pada “[Diari Janitra] Ini Matahariku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s