[Gado-Gado Sekolah #21]Learning by Doing

Bagi sebagian besar anak, pelajaran matematika punya imej menyebalkan, momok, menakutkan, membosankan, dan sederet kata-kata negatif lain. Bagi mereka rumus-rumus dan angka yang dimasukkan di dalamnya terasa abstrak. Tak hanya matematika, beberapa pelajaran lain pun bagi anak SD terasa jauh dari jangkauan nalar. Itu sebabnya, model pembelajaran yang ideal bagi  anak-anak adalah belajar sambil bermain, belajar sambil melakukan.  Yang terpenting adalah memberikan pemahaman yang nyata bagi anak-anak. Tak perlu jauh-jauh sebenarnya, anak-anak idealnya belajar dari yang dekat dengan mereka.

Pagi ini, dalam usaha mendekatkan konsep pengukuran bagi anak-anak, saya mengajak  mereka belajar di    luar. Dengan Standar Kompetensi “Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah,” serta Kompetensi Dasar “Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan “, saya mengajak anak-anak menghitung kecepatan lari tiap-tiap siswa. Setelah menyiapkan alat ukur meteran dan stopwatch, anak-anak mengukur jarak lintasan lari di halaman sekolah. Tidak jauh, jaraknya hanya 24 meter.

20161116_0800361

20161116_0808481

20161116_0809012

Mulailah anak-anak secara bergiliran lari di lintasan. Anak yang tidak mendapat giliran mencatat waktu yang diperlukan temannya untuk berlari pada tabel yang telah disiapkan. Tabelnya berisi no, nama, jarak, waktu, dan kecepatan. Setelah semua anak mendapat giliran berlari, barulah mereka menghitung kecepatan berlari seluruh siswa kelas 5.

Kegiatan semacam ini melibatkan 3 aspek  menurut taksonomi Bloom yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif.  Dari segi kognitif, anak diajak belajar menghitung sesuai materi. Ketika anak berlari, aspek psikomotorik lah yang diasah, sementara dari sisi afektif, anak dilatih bersabar dalam menanti semua temannya berlari dan cermat dalam menghitung.

Pembelajaran semacam ini lebih menyenangkan bagi anak. Belajar melalui pengalaman. Konsep yang abstrak menjadi nyata. Kasus serupa pernah terjadi ketika dalam pembelajaran materi FPB, seorang siswa yang dalam kesehariannya terdepan dalam pelajaran matematika, lambat dalam memahami soal cerita:

Bu Alena mempunyai 45 buah jeruk dan 60 buah manggis. Ia akan mengemas buah-buah tersebut dalam beberapa plastik tersebut dalam plastik. Tiap plastik berisi jeruk dan manggis dengan jumlah yang sama.
        a. Berapa banyak plastik yang diperlukan Bu Alena

         b.Berapa banyak buah jeruk dan manggis tiap plastik?

Setelah pembahasan, siswa tersebut bilang belum paham. Kebetulan, saat itu anak-anak membawa uang logam dan kelereng untuk perlengkapan membatik celup. Maka saya pinjam logam dan uang dari dua siswa. Kami  menjumlah banyaknya benda tersebut  bersama-sama, jumlahnya 50 kelereng dan 20 uang logam. Setelah dihitung FPB-nya, saya meminta anak mengambil plasik sejumlah angka yang didapatkan dari hasil menghitung FPB. Langkah selanjutnya menghitung berapa masing-masing kelereng dan uang logam yang akan dimasukkan plastik. Dengan praktik semacam ini,mereka terlihat mendapat pencerahan,
“Bu, berarti kalau seperti ini harus bisa ngitung FPB ya…,” kata seorang siswa.

“Nah, itulah gunanya matematika,” ujar saya.

Dalam materi menghitung luas, pendekatan ini saya pakai dengan cara menggambar bangun trapesium, belah ketupat, dan layang-layang sebab  siswa yang sedianya mau membawa layang-layang lupa. Gambar itu kemudian digunting sesuai bentuknya, barulah dihitung luasnya. Jadi mereka mereka tidak sekedar menghitung luas gambar namun bangun yang nyata.

20161116_1443001

Apakah pengalaman semacam ini bisa meningkatkan hasil belajar siswa? Bisa jadi iya, bisa jadi belum menjamin, namun saya ingin memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan keseharian dan melatih pemahaman siswa. Semoga bermanfaat!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s