[Gado-Gado Sekolah #22] Pekan Wirausaha

Pekan lalu menjadi pekan yang luar biasa seru bagi siswa kelas 5, kelas tempat saya belajar bersama anak-anak. Ada dua program belajar yang selalu disambut sukacita oleh mereka: kunjungan belajar dan hari berjualan (market day). Kebetulan, tema kedua kegiatan itu adalah wirausaha.

Kunjungan ke Rumah Industri Pembuatan Yogurt Mayummy

Kunjungan belajar Senin lalu (14/11) melibatkan tiga materi pembelajaran yaitu:

1.IPS:  Kegiatan Perekonomian

2.IPA: Perubahan Wujud Benda

3. Bahasa Indonesia: menulis laporan pengamatan

Tempat kunjungan belajar Senin lalu sudah pasti disukai anak-anak. Kebetulan rumah industri pembuatan mayumi yogurt di Donorejo, Secang, Magelang dimiliki oleh seorang wali siswa tempat saya belajar, jadi saya tidak perlu kesulitan mencari dan meminta ijin kunjungan ke tempat suatu kegiatan ekonomi yang cocok untuk anak-anak.

Begitu tiba di lokasi, anak-anak disambut ramah  oleh Pak Edi, pemilik rumah industri pembuatan mayummy yogurt. Anak-anak langsung diajak mendekati dapur pembuatan.

20161114_1025141

20161114_1021171

20161114_1022391

Karena dapur pembuatan yogurt tidak muat menampung semua anak, maka Pak Edi, pemiliknya, menunjukkan dan menerangkan di pintu masuk dengan dua gelombang, siswi dahulu diikuti siswa. Ada tempat pasteurisasi besar tepat di depan pintu untuk menyeteril susu hingga maksimal suhu delapan puluh derajat celsius.  Pendinginan susu dilakukan dengan air yang mengalir. Ada kotak-kotak susu besar tempat susu yang sudah dingin diproses menjadi yogurt. Proses berikutnya diterangkan pak Edi hingga tuntas.

Setelah diterangkan prosesnya, anak-anak diajak melihat proses pengemasan yogurt. Bagian ini menyenangkan bagi mereka.  Mereka berkesempatan membantu ibu-ibu yang bertugas membungkus  yogurt menjadi dua jenis kemasan, kemasan Rp500 dan Rp.1000 dan  mengemasnya ke dalam kantong-kantong besar berisi 20 batang.  Di bagian ini, terutama siswi begitu asyik membungkus yogurt dengan enam varian rasa buah.  Ibu-ibu yang merupakan tetangga dekat rumah industri itu dengan ramah dan sabar melayani semua pertanyaan maupun mengarahkan cara pengemasan.

20161114_1037571

20161114_1032121

Mereka belum puas membantu ketika berpindah ke acara berikutnya, yaitu sharing usaha mayummy yogurt. Anak-anak cermat mencatat penjelasan Bapak Edi mengenai segala hal yang berkaitan dengan rumah industri ini, dari proses produksi hingga distribusi. Sesekali anak-anak maupun guru pendamping menungkapkan rasa ingin tahu mengenai bisnis yang terbilang sukses itu.  Suka duka, rintangan, dan tips dari pak Edi cukup memberikan gambaran mengenai dunia wirasusaha, juga inspirasi untuk gigih dan pantang menyerah dalam berbisnis.

20161114_1106441

Sekembali dari kunjungan, tugas mereka melaporkan hasil kunjungan dalam bentuk laporan pengamatan. Jadi belajar Senin itu terasa komplet dan menyenangkan.

20161121_1457571

 

Market Day

Setelah mendapatkan inspirasi dan gambaran mengenai dunia usaha, saatnya mereka belajar menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dengan praktik berjualan. Di sekolah kami, market day sudah menjadi program sekolah.  Tiap semester diadakan sekali  kegiatan market day besar: semester 1 tiga  kelas besar berjualan dan tiga kelas kecil membeli, dan sebaliknya di semester 2. Antusiasme anak-anak terhadap kegiatan ini selalu besar.

Melaksanakan program sekolah, Jumat lalu (18/11) kelas saya, kelas 5, tidak sendiran dalam belajar wirausaha. Ada kelas 4 dan kelas 6 yang dihari itu sangat bersemangat menghadirkan dagangan terbaik mereka.  Dagangan utama dari market day ini adalah makanan. Makanan boleh disiapkan dari rumah maupun dimasak di sekolah. Beberapa siswa juga menjual hasil kerajinan tangan mereka.

20161118_0752461

persiapan kelas 5

20161118_0747451

20161118_0758371

persiapan di kelas 6

Uniknya, masing-masing kelas punya gaya sendiri-sendiri dalam berjualan.  Di kelas 4, ada 5  kelompok  masing-masing siswa dan siswi membuat lapak secara terpisah. Sementara di kelas 5 siswa dan siswi berkolaborasi dan dibagi menjadi 4 kelompok. Yang menarik adalah konsep di kelas 6. Satu kelas berkongsi membuat usaha rumah makan semacam pujasera.

20161118_0854361

20161118_0845351

persiapain tim kasir dan marketing kelas 6

Ada beberapa lapak di kelas 6, dari makanan besar semacam bakso dan spagheti hingga makanan kecil gorengan dan minuman segar. Masing-masing lapak berlabel huruf alfabet. Pembeli yang datang di tiap-tiap lapak akan mendapatkan kartu huruf untuk membayar di kasir. Besarnya harga tiap lapak berbeda. Kartu huruf yang diberikan kepada tim kasir memudahkan proses pembayaran.  Strategi penjualan mereka juga mantab, memberikan suvenir untuk 3 jenis pembelian. Terang saja, kelas 6 dibanjiri pembeli.

20161118_0921251

kelas 6 banjir pembeli

20161118_0904521

lapak-lapak kelas 5

Bagaimana dengan kelas 4 dan 5? Saya melihat kegigihan anak-anak di tengah persaingan. Anak-anak dengan sabar menunggui lapak mereka dengan beberapa siswa berkoar-koar  menawarkan dagangannya dengan gaya masing-masing.

20161118_0852191

20161118_0848101

20161118_0847391

20161118_0847161

tim kelas 5

Kegiatan ini memang sejatinya pembelajaran.  Ranah afektif terutama  benar-benar menonjol dalam pembelajaran ini.  Kerjasama, menghargai, cermat, teliti, telaten, sabar, jujur, gigih, tidak mudah putus asa, dan karakter  lain akan terlihat pada saat siswa menyiapkan dagangan dari rumah maupun di sekolah dan pada proses penjualan.  Lihat saja, kelompok yang tidak sabar ketika melihat lapak lain ramai pembeli dan mulai habis dagangannya serta merta membanting harga atau melakukan obral. Seru ketika melihat sepak terjang mereka :D.  Di saat yang sama, kelompok yang danganganya mulai tak dilirik pembeli tetap tak terpengaruh jika mereka memiliki karakter sabar dan pantang menyerah.  Mereka kemudian memakai strategi menawarkan dagangan dengan berkeliling, membawa dangangan yang tersisa pada nampan.

20161118_0832511

kreasi handycraft

20161118_0827511

kreatifnya siswi, bungkus makanan kecil dibuat pemanis sedotan

Beragam trik yang mereka gunakan pada akhirnya membuat makanan yang mereka jajakan ludes. Yang tersisa adalah barang-barang berupa handycraft. Kami para guru sering berkomentar seusai kegiatan market day yang sudah-sudah bahwa makanan apapun yang dijajakan di sekolah  saat market day pasti laku. Masalah untung ruginya, nanti dulu….  Setelah tanya masing-masing kelompok, beragam jawaban mereka: ada yang untung (cuma dikit), untung lumayan, maupun balik modal saja. Nah, ini lagi letak pembelajarannya!

20161118_0952101

menawarkan dagangan keliling

Bagi anak-anak sendiri, saya lihat untung rugi itu nomer sekian. Mereka begitu senang dan bersemangat melakukan jual  beli. Menerima uang dari pembeli itu berjuta rasanya! Ngetung uang belakangan, yang penting uangnya berjubel-jebel di kasir, hehehe….

Iklan

2 pemikiran pada “[Gado-Gado Sekolah #22] Pekan Wirausaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s