Menjadi Seperti Mbak Cyra?

“Amek, apa kabar negeri kita ini?”

“Indonesia main bola.”

Di lain kesempatan, Amek kembali ditanya,

“Amek, apa kabar negeri kita ini?”

“Bima kemarau panjang, Jakarta banjir.”

Pertanyaan apa kabar negeri kita, adalah sapaan pertama yang selalu diajukan orang-orang terdekat Amek setiap kali bertemu dengannya. Amek begitu getol menyaksikan berita apapun  dari televisi. Ia juga dengan lugas bisa menceritakan berita apa yang baru dilihatnya. Tak hanya itu, Amek juga gemar menirukan presenter berita beraksi. Di tepi jendela yang dianggapnya sebagai layar, Amek menyiarkan berita secara fasih.  Itu sebabnya, ia pernah dianggap ganjil karena berbicara sendiri.

amek-2

Suatu ketika di kelas, bu guru menanyakan cita-cita anak-anak. Tidak seperti teman-temannya yang bisa menyebutkan cita-cita mereka, Amek justru terdiam.  Ia tak ungkapkan apa yang menjadi impiannya, apa yang selama ini ia gemari. Menonton berita dan menceritakan berita, sejatinya adalah harapannya.  Amek juga enggan menggantungkan cita-citanya pada botol pada pohon besar di bukit, tempat segala harapan dan impian digantungkan oleh teman-temannya.  Barangkali, bagi Amek yang hidup amat sederhana, mempunyai cita-cita adalah hal yang tak mudah. Seperti halnya kelulusan di sekolahnya. Jalan cerita membawa Amek pada satu titik ia bisa bersyukur dan berani menuangkan cita-citanya pada selembar kertas yang ia ikatkan pada kumbang yang terbang.

amek-1

Itulah  sekelumit cerita dari film Serdadu Kumbang, film lama yang baru-baru ini saya tonton bersama anak-anak SMPIT di kelas dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dari berbagai aspek saya menyukai film itu. Inspirasinya mengena buat anak-anak di kelas saya.

Melihat sosok Amek, saya teringat Janitra anak saya. Ia sedang getol-getolnya menonton acara Fun Time. Sosok Cyra rupanya menjadi model bagi Janitra. Ia kerap menirukan aksi Cyra. Menjejerkan peralatan ketrampilan semacam gunting, kertas, lem, lalu ia berbicara seperti  Cyra.  Tak hanya itu, ketika Janitra memegang sesuatu yang potensial dijadikan bahan ketrampilan semacam kain flanel, ia akan melipat-lipat ngawur dan berbiicara, “jadinya seperti ini ya fun friend.” Heheh, dianggapnya lipatan-lipatan itu dompet barangkali.

Janitra kerap menirukan closing dari sesi fun creation  yang dipandu Cyra. “Fun friend, kamu punya karya yang bla…bla…”  ia akan menirukan gaya dan logat bicara Cyra. Kemunculan mbak Cyra, begitu Janitra memanggilnya, selalu dinanti-nanti.

Jauh sebelumnya, Janitra suka sekali melihat rekaman video pembelajaran bahasa Indonesia yang saya ambil saat anak-anak bermain drama. Ada adegan yang begitu disukai dan ditirukan, saat mbak Rena menjadi MC dari sebuah acara dalam drama itu.

Janitra kerap beraksi di samping kipas angin besar yang kabelnya menjulur. Kabel itu dipakainya sebagai mic lalu ia membuat acara penyerahan hadiah seperti yang mbak Rena lakukan.

Suka saya melihatnya. Apakah itu bakat dan minat Janitra?

Anak-anak seusia Janitra, 4,5an tahun (di bawah 7 th)  belum terlihat bakat dan dominan anak. Banyak hal yang diminati dan disukai anak. Bisa saja berubah-ubah. Saya belum bisa menentukan kalau Janitra berbakat dan minat dalam public speaking. Belum. Ia masih suka bereksplorasi dan melakukan beraneka kegiatan. Namun, sebagai orang tua tidak ada salahnya saya mendokumentasikan dan menandai apa yang menjadi ketertarikannya saat ini.  Kalau apa yang ia gemari sekarang ternyata akan terus digemari dan berkembang serta perlu terus dikembangkan saya tentu akan mendukung sepenuhnya.

Nah, bagaiman dengan minat putra putri  Anda saat ini?

 

 

 

 

#DiaryJanitra_4y7m

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s