ASUS: Si Hitam Bandel yang Tak Membuat Kecewa

Februari 2010

Keputusan untuk membeli netbook semakin bulat. Sebagai guru, saya membutuhkan netbook untuk membuat segala administrasi pembelajaran, dari perangkat pembelajaran hingga  penilaian. Sebagai seorang yang sedang belajar nulis saya membutuhkan alat ketik cerita. Saya butuh menyimpan segala ide dan menuliskannya, juga belajar mengirimkan ke beberapa media. Kala itu, banyak juga audisi menulis yang  berbuah buku antologi menulis. Sebagai blogger pemula, saya sedang getol-getolnya ngeblog dan belajar dari kampung Multiply yang waktu itu masih eksis.

Tempat tinggal yang jauh dari tempat kerja menjatuhkan pilihan pada netbook yang kecil dan enteng.  Atas rekomendasi seorang teman yang mengerti benar akan teknologi, saya memilih ASUS eee pc 1015p. Netbook 10 inci ini terasa pas di ransel dan tak meganggu mobolitas saya.

Di hitam manis itu untuk selanjutnya menemani hari-hari saya beraktivitas. Dia sudah menjelma soulmate saya, menyimpan segala ide dan cerita-cerita acak adut saya. Sudah beberapa cerita yang dengannya cerita saya ikut dalam buku antologi cerita. Si hitam ini juga menjadi saksi bagaimana kehangatan aktivitas ngeblog bersama Mpers. Cerita suka-duka, kopi darat, juga berbagai perlombaan blog yang saya menangkan maupun sekedar saya ikuti.   Hingga patah hati ketika Multiply tutup dan ASUS jugalah yang menjadi saksi kepindahan saya dari Multiply ke WordPress.

Ia menyimpan puluhan foto perjalanan saya dari saya jomblo hingga berkeluarga dan berputri satu. Perkembangan anak saya dari bayi ceprol hingga kini masuk usia sekolah terekam dan tersimpan dalam netbook ini.

Di sekolah, si Asus ini menemani akting saya di depan kelas. Lewat berbagai video yang saya putarkan dan saya sambungkan di LCD si Asus mendukung kesuksesan saya mengajar.  Bahan mengajar, perangkat pembelajaran, laporan-laporan  BOS yang melelahkan semuanya tersaji dari netbook ini.

mengerjakan laporan BOS dengan si hitam kesayangan 

 

Belum lagi ketika saya mengikuti kuliah UT, si hitam manis ini pendukung nomer satu.  Segala tugas kuliah, laporan, dan presentasi saya sukses dengan bantuan si ASUS, bahkan hingga  saya mendapat gelar memuaskan.

Perjalanan bersama ASUS tentu tak selamanya mulus. Bebrapa kalai si ASUS mengalami sedikit-sedikit kerusakan. Saya tidak kecewa karenanya. Ia si bandel yang tak patah oleh kerusakan kecil. Sedikit sentuhan dari tukang servis akan mengobati lukanya.

Jantung saya hampir copot ketika si hitam kesayangan ini jatuh dari meja setinggi perut saya. Pyaarr…. batrenya lepas dan hampir patah jadi dua. Pojok monitornya sedikit cuil. Hampir menangis saya mendapati netbook saya. Saya mengira, riwayatnya habis malam itu ketika tersenggol tangan dan meluncur. Saya ingat data-data saya, laporan BOS yang hanya saya simpan di sana, cerita-cerita dan foto-foto perjalanan.

Screenshot_2018-01-30-20-13-57-742_com.instagram.android[1]

curhatan saya di IG (awal-awal punya IG yang masih sepi :D) saat si hitam ini jatuh

Ajaib, netbook saya masih hidup. Ini nyata. ASUS memang bandel.  Selama berbulan-bulan ke depan bahkan saya masih mempertahankan batrenya yang hampir patah jadi dua.  Saya makin sayang dengan si hitam manis ini.

Pada akhirnya, saya harus mengganti batrenya yang patah dan charger. Setelahnya, ia beberapa kali masuk bengkel, namun itu tak mengurangi kepercayaan saya pada ASUS. Ia tetaplah netbook bandel yang menemani saya mengkikuti kelas menulis online, menulis cerita anak, mengerjakan laporan BOS, dan sarana mengajar saya di kelas,memutarkan video-video pembelajaran dan motivasi untuk anak.  Gangguan-gangguan kecil  tidak mengurangi rasa sayang saya.

Januari, 2018

Muatan si ASUS makin penuh.

“Sudah saatnya ganti Bu, udah berapa tahun coba. Kalau udah dihitung, sudah berapa tuh nilai penyusutannya,” ujar teman saya yang lulusan Fakultas Ekonomi.

“Aku masih sayang, masih bisa dipakai kok,” kilah saya.

Teman-teman saya justru malah yang sering berseloroh saya harus ganti netbook.  Saya tetap setia. Di saat teman-teman lain mengeluhkan netbook dan laptopnya yang tidak mendukung kinerjanya karena terlalu sering rusak, motherboard-nya yang bermasalah, saya masih ingin bertahan dengan si hitam ini.

Tapi, melihat makin banyaknya beban yang harus disimpan dan berbagai hal yang makin banyak yang harus saya kerjakan, ganti laptop sepertinya harus dipikirkan. Kalau saya mendapat rejeki laptop baru, saya sudah pasti memilih ASUS! Berdasarkan pengalaman, ASUS sudah terbukti bandel, tahan banting, dan kualitas nomer satu. Diantara banyaknya spesifikasi dari laptop ASUS, saya ingin memilih  ASUS X555QA.

Saya tidak akan khawatir seperti teman saya yang motherbodardnya bermasalah, sebab ASUS  merupakan top 2 produsen laptop konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik.

X555 Black_Left Open135

ASUS X555QA diperkuat oleh prosesor AMD 10-9620p yang punya empat inti prosesor (quad core) dan grafis berbasis Radeon R5. AMD A10-9620P ini merupakan APU kelas menengah berbasis Bristol Ridge (prosesor APU generasi ke-7) dengan empat core (dua modul Excavator) dan  bekerja di kecepatan 2,5GHz sampai 3,4GHz.  Chip yang dirilis tahun 2017 ini merupakan perbaikan dari seri Carrizo dan hanya menggunakan daya maksimal 15 watt untuk bekerja. Dengan grafis Radeon R5 uang terdiri dari 384 shader core dan 6 compute core serta kontroler memori dual channel DDR4-18600, prosesor ini menawarkan performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan FX-8800P yang merupakan versi flagship terdahulu.

 

Dengan kecepatan itu saya tak perlu takut loading lama di depan anak-anak kelas saya saat mengakses sumber belajar, mendownload sumber belajar dari internet, atau saat membuka file-file penting saat menulis. Saya juga tak perlu emosi tinggi saat harus membuka banyak sheet dan memindah-mindahkan data dari satu sheet ke sheet lain saat membuat laporan BOS.

Apalagi mulai  tahun ajaran yang akan datang saya harus menggunakan Kurikulum 13 untuk  mengajar.  Saya butuh laptop yang lebih prima dan optimal untuk menyimpan data-data nilai dan mengolahnya, menyiapkan perangkat pembelajaran, dan menggunakannya di depan kelas untuk mendukung KBM (memutar video pembelajaran dan motivasi, mencari sumber pembelajaran).

ASUS X555QG dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 di dalamnya. Saya tidak perlu repot membeli dan menginstalasikan terlebih dahulu sistem operasi pada notebook ini sebelum mulai menggunakannya. Saya tinggal pakai saja tanpa, jadi praktis.

ASUS X555QA memiliki performa APU yang mumpuni untuk tampilan grafis yang indah. Notebook ini juga dilengkapi dengan audio bersertifikasi ASUS SonicMaster untuk pengalaman audio yang mengesankan.  Kelebihan ini tentu sangat mendukung saya saat harus memutarkan video pembelajaran di kelas dan memberi motivasi lewat video yang seringkali berlatar belakang musik yang apik. Saat mengetik cerita, lantunan musik yang mengiringi pasti makin mantap dengan audio dari laptop ini.

X555 Black_Left Side

Konektivitas USB 3.0 pada laptop ini akan menawarkan kecepatan transfer yang jauh lebih tinggi terhadap penyimpanan eksternal ataupun perangkat input-output lainnya. Saya akan merasa terbantu sekali saat harus memindahkan data-data pekerjaan  dari flash disk maupun saat transfer foto-foto perjalanan dan aktivitas keseharian dari handphone misalnya.

 

Yang tak kalah penting lagi, karena saya selalu bermasalah dengan baterai laptop, kali ini saya tidak perlu khawatir. ASUS seri ini memiliki baterai Li-Polymer yang menawarkan keawetan hingga 2,5 kali lebih baik dibandingkan dnegan baterai silinder Li-Ion biasa. Meski telah mengalami ratusan siklus pengisian ulang, berkat teknologi ekslusif yang digunakan, baterai tersebut masih tetap mampu menyimpan setidaknya hingga 80 persen dari kapasitas aslinya saat baru dibeli. Cocok sekali buat saya yang ketika sudah asyik dengan pekerjaan sering lupa mengecek indikator baterai. Kalau sudah ngetik cerita dan draft blog, sering lupa waktu jadi  masalah.  Saya tidak perlu sering-sering nyolokin charger kan?

Sudah baterainya awet, ketika saya harus berlama-lama ngeblog atau berselancar blogwalking, googling, mencari data, membaca artikel penting, dan segala aktivitas di dunia maya yang sering melenakan, saya tidak akan merasa senut-senut.  Dengan layar  15.6″ HD 1366×768 (16:9) LED Backlit 60Hz Glare Panel with 45% NTSC ini sangat mendukung kenyamanan saat harus berlama-lama di depan layar.

 

Nah, dengan segala kelebihannya,  ASUS X555QA akan mendukung segala aktivitas saya dalam bekerja (mengajar, membuat laporan), menjadi sarana menyalurkan hobi dan belajar menulis, dan menyimpan segala foto dan catatan perjalanan keluarga saya. Jadi tak sabar, semoga saya mendapatkan laptop ini, aamiin.

 

 

*Foto dan spesifikasi ASUS berasal dari web ASUS dan press release ASUS

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com   

2 pemikiran pada “ASUS: Si Hitam Bandel yang Tak Membuat Kecewa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s