[DiaryEmak] Gara-Gara Kentang?

20180510_095852-02

 

Pernah nggak sih merasa dongkol dan kepingin marah sendiri gara-gara rencana pagi yang disusun berantakan? Trus sibuk nyari-nyari kambing hitam, bahkan kentang yang nggak salah apa-apa pun berubah jadi kambing?

Untuk bekal Janitra, Senin kemarin sudah saya rencanakan bikin perkedel kentang. Janitra request dibuatkan. Pukul 3 dini hari saya bangun, ternyata setengah empat saatnya masuk dapur, sudah ada yang mendahului berkativitas di dapur. Saya tipe ibu yang suka beraktivitas pagi dalam suasana sepi jadi bebas ‘menguasai’ dapur. Jadilah saya enggan masuk dapur nunggu selo.

Ah, memang nasib emak-emak yang sifatnya kayak saya ini ketika harus tinggal serumah dengan mertua dan saudara jadi harus bisa mencari celah agar tetap bisa berekspresi.  Ketika apa yang kita punya,apa yang di depan mata, apa yang kita tempati harus berbagi dengan orang lain, ketika harus berdamai dengan hiruk pikuk sementara kita terbiasa dengan kesunyian dan kedamaian, maka pintar-pintarnya emak memenejemen hati.

Jarum jam sudah beranjak di angka 4. Mau nggak mau saya harus siap di dapur apapun yang terjadi. Pertama saya hidupkan kompor. Goreng kentang kan bisa disambi nyuci beras untuk persiapan masak nasi dan nyuci piring dan gelas di bak cucian.

Rasanya sudah lama kentang digoreng dan dibolak-balik, tapi olalaaa…ternyata susah ditumbuk, keras. Rupanya saya salah memilih kentang, padahal dari segi penampakan besar dan mulus. Masalah kentang ini cukup menyita waktu. Biasanya sekali tekan dengan ulekan kentang hancur, lha ini butuh dipukul-pukul.  Jadilah kentang jadi sasaran kedongkolan saya, pukul-pukul keras hingga sedikit hancur. Saya pukul sembari meluapkan kekesalan.  Hasilnya, setelah dibulat-bulat masih ada ada bagian-bagian kentang yang benjol-benjol karena tumbukan yang tak sempurna halus.

Nyatanya, subuh menjelang perkedel belum siap. Kalau biasanya setelah subuh semua persiapan bekal sekolah anak beres. Lha ini, goreng kentang saja belum kelar.

Jadilah kedongkolan saya mencapai ubun-ubun. Satu saja episode pagi tidak sesuai timing, maka runtutan episode selanjutnya akan bergeser. Mendadak semuanya terasa salah di mata. Nah, inilah peran setan ketika menghembuskan api di kepala. Kudu banyak-banyak istighfar. Emak-emak pekerja dan punya anak kecil, harus menyiapkan sekolah, rentan cepat tua dan banyak dosa kalau stok sabar tidak terus diperbarui. Pagi adalah masa-masa kritis, menentukan apakah senyum ataukah amarah yang akan menjadi catatan amal di awal hari itu.

Kalau kalian, apa catatan pagimu, semoga senyum yang tertoreh! J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s