[DiaryRamadhan #1] Poso Bedhug, Langkah Awal Belajar Puasa

Salah satu target Ramadhan ini adalah mengantar anak belajar berpuasa. Janitra sudah 6 tahun Ramadhan ini. Sudah saatnya belajar berpuasa. Maka jelang Ramadhan kemarin, kami sudah gencar memotivasi Janitra untuk belajar berpuasa sembari belajar pembiasaan shalat yang terus berjalan.

Dalam tahap belajar,programnya adalah belajar puasa sampai duhur disambung lagi sampai magrib atau istilah kami poso bedhug. Alhamdulillah hari ini lolos, semoga istiqomah hingga hari terakhir nanti aamiin.

Belajar puasa bagi Janitra dan orang tua adalah perjuangan tersendiri. Kami harus punya pengalih segala laparnya, biar lupa sego. Mulai dari bangun pagi sudah pingin makan (setelah sahur tidur lagi). Bapaknya mengalihkan dengan mainan tripod dan handycam tanpa batre, hehehe…   gaya-gayaan shooting.  Selesai mainan peran itu kemudian mandi.

Inisiatif Janitra untuk fun creation, maka saya ajak untuk mainan air brush dengan dedaunan, sikat, sisir, dan pewarna makan. Ia cukup menikmati meski tak lama.

20180517_084029-01

hasil editan ala-ala dari Janitra, editan asal pencet yang nggak mau kalah dengan ibuknya saat mainan edit foto 😀

Nah, mulailah masuk waktu-waktu kritis ketika selesai mainan tersebut. Ia mulai merengek minta makan. Baru jam setengah sepuluh. Untungnya rengekannya wajar tak sampai marah dan rewel.

 

Kami alihkan lagi dengan Upin Ipin, animasi kesukaan Janitra. Karena di rumah simbah tak ada TV, maka relakan youtube untuk Ipin Upin. Bapak yang jadi Pjnya, hehehe… soal begituan bapak yang lebih telaten.

Ipin Upin lewat, ia minta es krim untuk berbuka. Oke, ibuk belikan. Pas tong duhur saya sudah sampai rumah dengan es krim kecil saja. Alhamdulillah. Masa-masa kritis terlampaui.

Siang hari lewat dengan tidur siang. Setelah ashar, kegiatan Janitra membantu membuat perkedel kesukaan. Tantangan lagi, ia pingin icip-icip. Kami tanggapi dengan becanda. Lolos. Setelahnya, saya tawarkan coret-coret  di komputer dengan  paint. Hanya sebentar saja karena pegel katanya. Iya, memang Janitra tidak dibiasakan main komputer.  Jelang berbuka, saya ajak mengaji. Lumayanlah, meski dapat beberapa ayat saja sambil ibunya juga bisa ikutan.

Alhamdulillah hari ini sukses. Kami ingin memberi kesan menyenangkan buat Janitra. Puasa itu berat, tapi kami tak ingin itu jadi momok sehingga ia mau istiqomah menjalani hingga esok. Buat ibuknya juga tantangan tersendiri, harus punya banyak stok kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s