Bermain dan Naik Kereta Api Kuno di Museum Kereta Api Ambarawa

Ini ketiga kalinya saya mengunjungi museum Kereta Api Ambarawa. Yang pertama perjalanan Solo. Kedua kalinya berdua bersama sohib,dan yang ketiga akhir tahun lalu bersama keluarga. 

Tiga kali berkunjung,tiga kali pengalaman seru berbeda. Yang pertama,saya merasakan keseruan naik kereta api uap dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Jambu Bedono. Keseruannya bisa intip di sini.  Yang kedua naik kereta api lori ke stasiun Tuntang,dan yang ketiga kalinya naik kereta api diesel ke Stasiun Tuntang.

Karena kunjungan akhir tahun lalu pada waktu pandemi,prokes ketat benar-benar dijalankan. Masuk dengan scan peduli lindungi (saya menunjukkan hasil SC aja karena tak punya aplikasi), kami masuk ke lobi tiket. Tiket masuk untuk dewasa sebesar 10 ribu rupiah sementara untuk anak-anak sebesar 5 ribu rupiah. Terbilang murah meriah. Karena di loket ada penawaran tour kereta diesel,kami tidak menyia-nyiakan kesempatan. Sekalian saja beli tiket sebesar 70 ribu rupiah. Mahal ya? Setelah merasakan pengalaman berharga nanti,harga 70 ribu akan terasa sesuai. 

Masuk ke museum,rasanya excited . Beda banget. Museum kini lebih tertata rapi. Kami memasuki koridor yang disepanjang dindingnya dipenuhi periode sejarah perkeretaapian di Indonesia. Sangat edukatif. Di sebelah koridor, sebuah kereta kuno menyambut kedatangan para pengunjung. 

Menelusuri jejak sejarah

Keluar dari koridor,halaman stasiun begitu asri dengan pohon-pohon besar dan rindang. Ada banyak kereta api kuno yang bisa dimasuki gerbongnya. Seneng banget anak-anak eskplore kereta api kuno. 

Suasana asri bikin betah

Saatnya masuk stasiun kuno untuk menunggu kereta api datang. Sembari menunggu,ada ruang-ruang stasiun yang memajang benda-benda kuno bersejarah. 

Sama seperti kunjungan terdahulu,di stasiun ada pertunjukan yang bisa dinikmati. Kali ini alunan musik dari beberapa musisi menemani para pengunjung stasiun.

musisi stasiun menghibur pengunjung
pengunjung naik turun kereta

Kereta pun datang, para penumpang masuk ke gerbong-gerbong. Benar-bener kuno dengan bangku-bangku kayu yang vintage. Petugas stasiun menemani perjalanan kami dengan cerita sejarah di selingi humor yang mengundang tawa pengunjung.

Kereta melaju dengan lambat. Banyangkan dengan kecepatan lambat itu orang-orang dulu bepergian. Apa gak capek ya duduk berjam-jam bahkan hitungan hari?

Tiga di stasiun Tuntang, penumpang dipersilakan turun. Bisa eksplore Stasiun Tuntang dan foto-foto pastinya.

Kembali dari Stasiun Tuntang, kami melanjutkan bermain-main di area stasiun. Ada pula kereta kecil yang membawa pengunjung berkeliling area stasiun. 

Penampilan stasiun kini mengikuti perkembangan zaman. Ada arena duduk-duduk di taman instagramable. Ada pula photobooth.

Mau main seharian di sana tidak bakalan bosan deh. 

*seluruh foto koleksi pribadi

3 pemikiran pada “Bermain dan Naik Kereta Api Kuno di Museum Kereta Api Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s