Melepas Nelayan di Pantai Gesing

Pantai Gesing terletak di Bolang, Girikarto, Panggang, Yogyakarta. Dibandingkan pantai lain di Gunung Kidul, pantai ini terbilang dekat. Jalur menunuju pantai  bagi saya lebih nyaman lewat Panggang dibanding lewat kota Wonosari yang padat lalu lintasnya. Hanya saja, ada beberapa jalur yang menanjak berkelok.

Pantai ini kecil dengan deretan kapal yang bersandar. Ada kapal-kapal yang membawa penumpang menjelajah laut sekitar, segaaarr.

Yang menarik bagi kami adalah para nelayan yang sedang menyayat ikan di kapal-kapal nelayan. Mereka bergerombol sembari mengobrol. Saya kira mereka sedang membuat ikan asin yang akan dijemur.”Bukan, mereka membuat umpan untuk mencari ikan,”jelas abah Janitra. Benar saja, sore hari mereka siap berlayar. Lihat saya cara mereka berlayar. Dibutuhkan beberapa orang untuk menarik kapal dari pantai ke laut. Kerjasama yang menjadi ciri khas masyarakat lokal. Bahkan pengunjung pun ada yang turun tangan membantu.

Bagi anak-anak, apa yang menarik? Tentu saja bermain ombak! Iya lah, mereka enggan untuk berhenti. Ombak di Pantai Gunung Kidul selalu menggoda dan cenderung aman untuk anak-anak. 

Dengan pasir putih dan air yang jernih, anak-anak makin betah bermain ombak. Selain itu, pemandangan pantai dengan tebing di sekeliling juga indah. Sayangnya, terlihat sampah-sampah di pantai yang mengurangi eksotisme pantai.

Pesona Parangtritis

Pantai Parangtritis sudah kondang dengan pesona senjanya. Berpasang-pasang calon pengantin mengambil pantai ini sebagai lokasi foto preweding.  Indah memang.  Namun,  jika tak punya kesempatan menikmati sore di sini, pantai ini tetap memberikan pesona yang menyedot banyak  pengunjung setiap harinya.

Siang bolong sekalipun,banyak pengunjung tetap bersemangat bermain ombak dipapar matahari. Kami juga tak mau ketinggalan. Sudah ketemu ombak dan pasir, Janitra akan  dan tak mau menyudahi permainannya, tak peduli kulit yang terbakar dan tubuh penuh pasir.

20161023_101853

20161023_101743

Mulanya, kami duduk-duduk di tepi pantai dinaungi payung warna-warni. Melihat wira-wiri andong, kami tertarik. Satu andong kami pilih. Pantai ini menawarnakan sensasi berdelman di pantai, disapa ombak dan buih.  Tentu pengalaman yang berbeda dibanding naik andong keliling kampung.

20161023_103349

20161023_111313

Turun dari andong, melihat keseruan pengunjung bermain ombak, kami pun berlarian menyambut ombak. Tak perlu khawatir dengan ramenya berita pengunjung yang terseret ombak hilang atau meninggal.  Ada patok yang digunakan sebagai ambang batas pengunjung bermain ombak.

20161023_104300

 

20161023_10475120161023_104253 20161023_104331 20161023_105517 20161023_110205 20161023_110433 20161023_110716 20161023_110948 20161023_112220

Masalah keselamatan, pengunjung seharusnya bijak dalam bermain. Lagipula, ada tim SAR yang sigap mengawasi dari jauh kondisi pantai.  Kami menyaksikan sendiri kinerja mereka. Ketika kami asyik bermain, mendadak ada sepeda motor melaju cepat dengan pengendara berjaket oranye. Disusul seorang berlarian mendekati ombak. Ada kerumunan kecil yang kemudian tersibak.  Seorang yang agaknya terseret ombak terselamatkan.  Tidak ada kehebohan yang terjadi. Semua kembali bermain dengan asyik.

20161023_105414

Janitra klop ketika sudah bertemu ombak, berlarian dan terbahak-bahak merasakan sensasi diserbu dan ditinggalkan ombak. Berjalan di sepanjang pantai sambil bermain buih tak ada bosannya. Pasir yang berlepotan menjadi keasyikan tersendiri. Meski pasirnya tak seindah pasir putih pantai Gunung Kidul, tapi tak mengurangi keseruan Janitra mencolek-colek dan memainkannya.

20161023_110559

Ya, Parangtritis dengan pantainya yang landai tetap akan memberikan pesonanya, di setiap waktu. Ombak besarnya yang memecah karang  justru memberikan sensasi tersendiri ketika berkejaran.

Yang Khas dari Pantai Depok Yogyakarta

Postingan yang terlambat. Bersama teman-teman sekantor, saya berkesempatan mengunjungi Pantai Depok  yang terletak di Kabupaten Bantul Yogyakarta Februari 2014 lalu. Sampai di sana, saya terkejut mendapati keadaan pantai yang kotor, tidak saya di pesisirnya namun juga airnya yang berwarna kecoklatan. Apakah karena letusan gunung Kelud yang abunya menyebar hingga Yogyakarta menjadi salah satu penyebabnya? Entahlah. Keadaan itu membuat selera untuk bermain-main dengan ombak hilang. Sebagai gantinya, saya menemukan keasyikan tersendiri di sana, melihat suasana pelelangan ikan langsung setelah ikan di tangkap oleh nelayan. Yang menarik buat saya adalah kedatangan kapal nelayan yang disambut oleh orang-orang di pantai untuk membantu menambatkan kapal. Mereka yang membantu para nelayan itu tidak hanya penduduk setempat tapi juga wisatan yang datang. Untuk menambatkan perahu tersebut, tidak hanya tenaga manusia yang dibutuhkan. Semacam gerobak dipakai untuk memudahkan menyeret kapal sampai ke tepi. Begitu kapal sudah tiba di pantai, segera saja kapal dikerumuni orang-orang yang menginginkan ikan maupun yang sekedar ingin tahu keadaan ikan yang ditangkap.

Selain membeli ikan segar di pantai, Pantai Depok juga menyediakan pasar ikan yang menyediakan beragam ikan. Tentu saja, pantai itu juga menawarkan wisata kuliner menu ikan.

Menanti Senja Pantai Indrayanti

Boleh dibilang perjalanan ke Gunung Kidul Sabtu (2/8) lalu mendadak. Pagi merencanakan jalan-jalan tapi entah ke mana, siang mau jalan-jalan ke pantai, di perjalanan baru diputuskan ke Pantai Indrayanti. Saya dan keluarga kecil saya sih ngikut saja dengan bosnya, keluarga kakak ipar yang mudik dari Batam. Pukul setengah dua siang kami baru berangkat dari Magelang. Tidak terbayang jauhnya perjalan ke pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti,yang sebenarnya bernama Pantai Pulang Sawal terletak di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Sundak dan Somandeng. Koordinat GPS: S8°9’2″ E110°36’44”. Yang mengesankan adalah perjalanan sepanjang Gunung Kidul menuju ke pantai. Ada spot-spot tertentu yang memiliki panorama memukau. Kita bisa melihat lanskap kota Yogyakarta dari ketinggian. Di spot-spot itu juga berderet tempat makan tempat bersantai melepas lelah atau sekedar duduk menikmati keindahan alam. Pemandangan itu kian memukau jika malam telah tiba, kota Yogya menjelma kerlip-kerlip. Itu sebabnya daerah itu disebut Bukit Bintang.

Lanjut lagi perjalanan yang berkelok-kelok, melewati beberapa pantai, sebut saja Baron, Krakal, Pulang Syawal, maka kurang lebih pukul 5 sore, sampailah di pantai yang Indrayanti. Masuk ke kawasan pantai tersebut, pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 10.000. Dengan tiket tesebut tentu saja pengunjung bisa menentukan sendiri pantai yang akan dikunjungi, bahkan bisa semuanya dikunjungi.

Sore menjelang ambang petang, waktu yang tepat untuk menanti senja, menikmati pantai yang merambat meremang dengan sedikit bayang lembayung di pantai. Sayangnya gumpalan-gumpalan kelabu menyapu langit sehingga langit tidak melengkung bersih mengantarkan matahari tenggelam. Tak ada lembayung senja di langit seperti harapan di perjalanan. Tak bisa kami saksikan matahari yang beranjak hilang di kejauhan. Tapi saya cukup puas dan menikmati sore itu, duduk di hamparan pasir putih di pantai yang berbeda dari pantai-pantai yang sebelumnya pernah saya lihat. Pantai Indrayanti memiliki pasir putih disambung dengan hamparan batu karang atau istilah kami krakalan. Krakalan itu tentu tidak memungkinkan saya—yang sangat berharap bisa mainan di bibir pantai—bermain atau berlarian kecil menyambut ombak di bibir pantai. Hal yang menakjubkan adalah, ada beragam binatang yang bisa dilihat di krakalan. Ada ular laut dan bulu babi yang sayangnya tidak bisa saya ambil gambarnya karena kamera hp tak memungkinkan untuk mengmbil objek yang bergerak—permukaan air tempat binatang itu tak henti bergoyang-goyang.

Malam tak mengurangi keramaian pantai, malahan semakin ramai. Sayangnya, saya tak bisa mengeksplorasi pantai, jalan-jalan dari sudut ke sudut sebab harus segera pulang petang itu juga.

IMG_20140802_172448

IMG_20140802_172906

IMG_20140802_172636

 

IMG_20140802_172727

IMG_20140802_172945

IMG_20140802_173406

IMG_20140802_173346

IMG_20140802_173432

IMG-20140802-00140

IMG-20140802-00151