Karena Lirang Berbatang, Cahaya Itu Nyala

Ketika batang-batang itu mencabik lirang
terjadi seteru
menyala di wajahku bersinar di mataku

siapakah diantara kita,
sebagai lirang?
sebagai batang?
entah
tak begitu peduli pada jawabnya. . .
yang kutahu,kalau bukan ruangan ini menjelma sekotak korek api
tak ada cahaya meliuk-liuk

8–14 Maret 2010 /17.10
[tak tahu mau memberi judul apa]

19 Maret 2010: trims buat temans yang memberikan masukan judul.

Tentang Sebuah Nama

aku belajar memahat sebuah nama
belum sempurna ketika kau patahkan tatah di tanganku
aku mencoba melukis bayang wajah di tepi cakrawala
berpayung lembayung senja
belum tergambar ketika ombak datang menjilat dan menelan
aku tak pernah selesai mengenal nama dan wajahmu
lagipula kau suka bersembunyi dalam jubah malam yang datang kemudian
mungkin . . ., karena hanya nama-NYA yang sempurna
terlihat dalam gelap juga terang

101008, 23:50
171008, 07:20

[. . .tak jawab sendiri: bukan lagi mungkin, tapi PASTI! ^^ . . .]

: juga buat seseorang yang menghilang tiba-tiba

Serpihan Hati

Aku menyimpan rapi setiap lipatan alasan
untuk membiarkan saja serpihan-serpihan itu berserak
:sebab aku tak ingin mengembalikannya sempurna
aku akan memungutnya satu-satu
lalu memintalnya menjadi sayap pada tubuhku
tunggu waktunya tiba
aku pasti terbang
membebaskan lilitan-lilitan akar yang selalu membelenggu
kuasaku atas tubuh dan jiwaku
untuk singgah pada satu pilihan:
kalah atau menang

mgl,091008. 06:04

Ninabobo

Tik tik…
Bunyi hujan di atas genting…

Derai-derai yang turun menjelma bait-bait liris
malam menderasnya
membisikannya lirih di telingaku…

Sementara gemericik arus parit samping rumah
menghanyutkan perahu
aku mendayungnya sendiri tanpa nahkoda
melayari mimpi

[mgl,22:22]

Hujan #1

Derap yang berkejaran

gagal menusuk-nusuk aspal,leleh

mengalir menggenangi kakiku

sayang, tak demikian yang berdesingan di hati

ia menghujam juga meradang:perih

04 Desember 2009: 20.07

***foto hasil googling****

Antara Ada dan Tiada

aku tak pernah melihat langkah kakinya mendekat dan menjauh
tapi aku pernah merasakan hadirnya seperti nyata
dan betapa rasa kehilangan menyiksa ketika ia pergi
ada atau tiadakah ia mengisi hidupku?
entah!

* bingung mo ngasih judul apa, pinjam judul lagu Utopia aja ya…

Doa

ketika cahaya pertama luruh pada daun bermata embun
kuingin keheningan pagi mengantarmu mengahadapNya
melayarkan rasa syukur atas denyut yang masih dipompakanNya di jantung hati
kuingin kebeningan langit
menjelma dalam jiwamu
untuk menangkap dan mengurai segala makna
hikmah yang ditebarkanNya bersama mentari terus merambat
ketika langit beranjak senja
kuingin keteduhannya membasuh lelahmu
agar kau kembali tersenyum dalam lelap

*****foto hasil googling******