Gerimis 17

Gerimis enggan menyudahi derainya

merekalah jama’ah

berjajar di shaf belakang serambi masjid

Mengeja surat-NYA rekaat demi rekaat tarawih

Tak pernah rela,

angin saja bebas menelusup

“Sekarang, tak ada belenggu musim menahanku:

merdeka!

Kapanpun tanah merindukanku”

malam,17 Agustus 2010

*biar maksa,yang penting tak jadi sampah di kepala ^,^

**udah telat posting di sini, yang penting masih Agustus

foto dari sini

[fiksi kilat] Di Balik Kaca Merdeka

Perjalanan dengan bus kali ini terasa lambat. Inginku segera sampai toko buku. Kualihkan pandangan ke luar jendela. Melewati sebuah lapangan, sisi kiri kanan jalan dipenuhi ratusan siswa berseragam lengkap. Kulirik arloji, sudah selesai rupanya peringatan proklamasinya. Bus berhenti. Beberapa kakek berseragam veteran masuk. Mereka terlihat gagah.
“Selamat hari jadi Pak Tua….”
Hmm, hari ini aku juga punya cara merayakan hari jadimu, setelah berbulan-bulan waktuku dibelenggu satu kata, deadline!

Inilah saatnya. Hup! Aku meloncat turun.
Kuhirup dalam-dalam wangi toko buku favoritku. Berdebar, kususuri rak demi rak. Sampai di rak tujuan, tak kutemukan buku itu. Mungkin di sana, kudekati display khusus buku baru. Ya, pasti kutemukan. Ah, kok tak ada juga?! Apa belum datang? Jelas di penerbit kemarin pak Andre bilang hari ini buku sudah beredar.
“Cari buku apa?” Seorang petugas mengagetkanku.
Di Balik Kaca Merdeka.”
“Penulisnya?”
“Rainy Senja.” Ehm…agak sungkan menyebut nama sendiri.
“Oh…, buku baru itu ya?” Seru pria berseragam sama mendekatiku.
“Iya, udah masuk sini kan?”
“Udah, tapi ditarik semua.”
“Ditarik semua?! Siapa yang menarik?!”
“Bos bilang orang atas yang memerintahkan.”
“Bos kalian mau saja?” Tanyaku getir.
“Tadinya bos bilang tidak. Tapi barusan orang-orang berseragam datang membersihkannya.”
Suara itu berdengung di telinga, bersaing dengan suara pak Andre di telepon semalam, suara yang tak henti terngiang di kepala.
“Saya pastikan, besok pagi, tepat tanggal 17 kamu bisa lihat bukumu berada di toko buku favoritmu, bahkan tak hanya di sana Senja!”
“Aaarrrggghhh, sayang sekali…, saya terlambat Pak!”



Magelang, 24 Agustus 2010


*FF ketiga yang ikut lomba di http://intan0812.multiply.com/journal/item/185/Hadiah_Lebaran_dari_berkah_membuat_FF