Believe or Not: Be A Mother

Ketika pagi disibukkan dengan aktivitas domestik: bangun tidur dini hari nyuci baju,pakaian-pakaian Janitra beraroma ompol sembari menyiapkan makan buat Janitra, menyeteril botol susunya, lalu menghadapi tumpukan piring kotor,berasa sibuk. Di sela-sela itu sering terlintas pikiran,beginilah seorang ibu, inilah aku,sudah menjadi seorang ibu. Rasanya antara percaya nggak percaya, saya sudah menjadi ibu?!

Ada satu sisi yang berbeda dari diri saya dengan peran itu tapi di sisi lain,kok rasanya tak ada yang berbeda dengan ketika masih lajang. Rasane kok yo mung ngene. Apa itu, pola pikirkah dalam hal-hal tertentu? Entah, sukar untuk mendefinisikan. Ketika pagi seperti bergelut dengan waktu, masih ngantuk, pekerjaan belum beres, anak sudah bangun dan butuh ditangani, sementara hari semakin pagi dan harus segera bersiap ke tempat kerja, hem…inilah menjadi seorang ibu. Bukan hanya saya yang mengalami hal demikian, ibu-ibu di luar sana pun tak berbeda, merelakan sebagian waktu istirahatnya demi keluarga tercinta.

#angkot, 06.27 [repost dari FB, belum bisa ngeblog WP dari HP]