Di Ujung Pertapaan

Satu pagi di tembok belakang rumah, mendapati kepompong yang beberapa hari menempel sudah terbuka, dengan kupu-kupu berada di ujungnya. Siap mengepakkan sayap menyapa dunia. Mengamatinya diam-diam sembari sesekali mengambil gambarnya dengan hape, kupu-kupu itu pada akhirnya meninggalnya kepompongnya. Kosong.

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar,Gambar

Seekor Kupu Tersesat dalam Angkot

seekor kupu-kupu di depanku, mengepak, menyusuri jendela, tersesat di dalam angkot.



Saya tidak menyadari dari mana dia datang dan kapan. Tahu-tahu ia terbang di atas saya kemudian menyusuri jendela di depan saya. Saya menyadari hadirnya ketika sampai di Payaman. Ahad kemarin (3/04), dalam perjalanan menuju perpus kota Magelang ia menemani saya hingga saya turun. Iseng saya ambil hp kemudian menjepretnya beberapa kali. Sayang selama ia hinggap tak pernah sekalipun sayanpnya kembang. Kupu-kupu hitam itu selalu kuncup.
Langka. Bukan hal yang wajar kupu-kupu masuk angkot dan menjadi bagian deru lalu lalang jalan raya. Kasihan, tidakkah ia terenggut dari dunianya?