Just Do It!

Begini cara DIA meng-up grade isi kepala,diberinya urusan baru begitu satu urusan usai. Semoga bahuku tak mendadak rapuh karenanya. Dari titik-titik peluh di kening dan ujung hidung,semoga tak menetes keluh. Berderai syukur saja.

Ada satu yang kerap menjadi sesal, ketika diberi jeda aku lena. Selalu. Ah, jangan lagi!

Kali ini. . . , bismillah. . . ,beri hamba daya ya Rabbi. . . .

…pusing. . .

Seandianya engkau adalah akar,dari gulma yang tumbuh liar di ubun-ubun kepalaku,sudah dari tadi aku mencabutnya. Sayangnya aku tak tahu apa sih yang mengganjal kepalaku hingga sedemikian berat? Obat apa yang bisa mengosongkan kepala dari kesemrawutan ini, obat yang bisa masuk di tubuhku tanpa harus menelannya,atau menyuntikkannya?

Uh,mumet!