[Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-32] Menjadi Mahasiswa UT yang Berkarakter

Salah satu pilar peradaban bangsa adalah pendidikan. Pendidikan  menentukan maju mundurnya sebuah bangsa.  Bagaimana generasi suatu bangsa itu dilihat bagaimana kualitas sistem pendidikan bangsa tersebut dan tentu saja guru sebagai agen pendidikan.  Guru yang berkualitas dan profesional akan mencetak generasi yang berkarakter. Nasib para pemimpin bangsa salah satunya berada di tangan seorang guru. Guru yang menginspirasi akan memberikan motivasi kepada seseorang untuk menjadi pribadi berjiwa pembaharu.

 

Menjadi guru yang berkualitas dan profesional adalah tuntutan saat ini.  Bukan hanya mengejar tunjangan profesi namun adanya tunjangan profesi merupakan konskuensi tuntutan jaman akan guru professional.  Menjadi guru professional nyatanya membutuhkan kualifikasi akademik di kelas dan bidangnya masing-masing.  Sementara itu, banyak guru yang secara kualitas  dan kinerja telah memenuhi syarat namun dilihat dari kualifikasi akademiknya belum memenuhi syarat. Guru tersebut dituntut untuk menempuh pendidikan sesuai kualifikasi namun tetap harus menjalankan kewajibannya mengajar di kelas. Untuk itulah Universitas Terbuka menjawab tantangan tersebut.

 

Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. UT memiliki 4 Fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk jenjang Diploma dan Sarjana. Sejak tahun 2004, UT membuka jenjang Magister pada Program Pascasarjana.

UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat). (sumber dari sini )

 

Adanya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan sistem belajar jarak jauh dan terbuka memungkinkan guru menimba ilmu dan tetap memberikan pendidikan di kelasnya masing-masing. UT menjangkau hingga daerah-daerah. Terlebih,   pembelajaran UT semakin mudah dengan adanya aplikasi UT online yang dapat diunduh melalui playstore. Lewat aplikasi ini, mahasiswa dapat mengakses materi kuliah, perpustakaan digital, memeriksa nilai secara daring, mengenal teman sekelas dan ujian secara daring.

Melihat profil di atas, jelaslah  Universitas Terbuka berperan dalam membangun negri ini. Di usia NKRI yang ke-71, telah empat windu UT melahirkan generasi pembangun negeri.  Berusia 32 tahun,saya menjadi mahasiswa yang lulus tepat pada perayaan empat windu ini.

 

Pengalaman Saya Sebagai Mahasiswa UT

Saya seorang guru di sebuah sekolah dasar swasta yang terletak di daerah, tepatnya di Kelurahan Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Saya merasakan kemudahan sebagai seorang mahasiswa UT. Tuntutan kualifikasi akademik memaksa saya menempuh pendidikan lagi sebab gelar sarjana yang telah saya raih bukan dari bidang pendidikan.  Sementara itu, untuk menempuh pendidikan lagi, jarak dan waktu tidak memungkinkan saya duduk di ruang kelas perkuliahan.  Pilihan saya jatuh pada Universitas Terbuka. Untuk duduk di kelas di kampus UT pun tidak memungkinkan sebab saya tinggal jauh di daerah. Beruntung, ada Universitas Terbuka  yang  menerapkan sistem belajar jarak jauh dan membuka kelompok belajar di daerah saya. Sebenarnya, kelompok belajar yang saya ikuti letaknya di kecamatan yang berlainan dengan tempat saya mengajar, tepatnya di Kelurahan Payaman Kecamatan Secang.  Inilah fleksibilitas dari sistem yang diterapkan UT UPBJJ Yogyakarta tempat saya menginduk. Karena peserta di kecamatan tempat saya mengajar cukup banyak, dibukalah dua kelas dari kelompok belajar Payaman namun lokasi pembelajaran di Kelurahan Grabag.

Berbagai kemudahan dan kenyamanan belajar saya rasakan selama menjadi mahasiswa UT. Saya tidak pernah meninggalkan kewajiban mengajar di kelas untuk kuliah sebab perkuliahan di laksanakan di akhir pekan.  Sabtu siang dan Minggu adalah waktu kosong mengajar yang dijadwalkan untuk kuliah sistem jarak jauh.

Karena minimnya pertemuan, berbeda dengan mahasiswa regular yang bisa bertatap muka di kelas setiap hari, kami dituntut untuk belajar secara mandiri.  Dibimbing oleh seorang tutor di setiap mata kuliah dan ditunjang oleh buku-buku dari UT, kami tidak merasa kesulitan dalam belajar. Buku-buku yang diterbitkan UT selain menjadi sumber referensi dalam proses pembelajaran kelompok , materinya juga akan dipakai sepanjang mahasiswa tersebut menjadi guru.  Meski berisi banyak teori pendidikan dan pembelajaran yang diambil dari berbagai sumber, namun materinya aplikatif untuk dipakai oleh setiap guru.

IMG-20160814-WA0000[1]

Sistem tutorial yang berlangsung hanya dua hari setiap pekannya terasa efektif karena proses pembelajarannya lebih menitikberatkan pada keaktifan mahasiswa . Tutor yang datang lebih berperan sebagai fasilitator. Mahasiswa dituntut belajar mandiri lewat beragam tugas yang nantinya akan dipakai sebagai bekal mengajar di kelas. Tugas yang bersumber dari buku-buku UT menggiring mahasiswa menjadi kreatif dan aktif dalam setiap pertemuan.

Saya merasakan banyak manfaat dari beragam tugas yang diberikan. Membuat materi presentasi memaksa mahasiswa mencari dan membaca berbagai sumber referensi. Menampilkan materi yang diminta tutor melatih mahasiswa percaya diri tampil di depan, sebagaimana keseharian guru di depan kelas.  Kemampuan ini secara langsung juga menggiring guru untuk melakukan hal yang sama kepada siswa, membentuk karakter berani dan percaya diri tampil di depan.

 

Materi yang diberikan dalam proses perkuliahan jauh dari teori. Mahasiswa diajak praktik langsung menerapkan teori-teori pembelajaran yang ada dalam buku.  Sebab siswa harus memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan, guru sebagai mahasiswa pun diajak melakukan praktik perkuliahan yang aplikatif dan menyenangkan.  Saya ambil contoh perkuliahan Pembelajaran IPA. Setiap pertemuan diisi dengan praktikum yang nantinya diterapkan guru di kelas.

Berikut adalah contoh pembelajaran IPA yang kami lakukan di luar kelas. Alam kami jadikan sebagai sumber belajar.

IMG_7707

IMG_7709

IMG_7710

IMG_7708

 

Mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan. Ada beragam ilmu yang didapatkan sekaligus melakukan refreshing dari rutinitas mengajar. Inilah potret kelompok belajar di UT yang kompak dan menyenangkan.  Keakraban antar mahasiswa dan tutor terjalin.

 

IMG_7943

Begitu nyata pengalaman belajar yang saya dapatkan di UT, sangat menyatu dengan keseharian saya sebagai guru sekolah dasar sehingga tak terasa ketika SKS demi SKS telah selesai saya tempuh. Ada jeda waktu antara selesai belajar dan proses kelulusan tidak menjadikan ini sebagai masalah berarti. Banyak ilmu dan pengalaman belajar yang aplikatif yang saya dapatkan dari UT.  Sistem pembelajaran UT pun secara langsung membentuk karakter  mahasiswa dalam hal ini guru menjadi guru yang kreatif, inovatif, percaya diri, berwawasan dengan tak lupa karakter spiritual yang turut ditularkan oleh tutor-tutor yang membimbing. Karakter inilah yang akan dimiliki oleh generasi penerus membangun bangsa.  Selama empat windu ini, UT telah berperan melahirkan generasi yang diharapkan mampu  membangun bangsa yang berkarakter.

 

Selamat merayakan Dies Natalis ke-32. Semoga UT terus melahirkan generasi-generasi pembangun bangsa yang berkualitas dan professional.

 

 

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

 

*berterima kasih kepada pak Aat Ahmad untuk foto-foto praktikum di alam.

 

Iklan

4 pemikiran pada “[Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-32] Menjadi Mahasiswa UT yang Berkarakter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s