Deadline!

Deadline,  satu kata itu seringkali menjadi momok bagi para penulis, namun di satu sisi bisa menjadi kekuatan untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Sering saya baca, saya dengar,seseorang berujar deadline, the power of kepepet. 

Bagi penulis, deadline adalah penanda waktu ia harus menyelesaikan sebuah tulisan. Demikian halnya bagi saya yang beberapa kali ikut kompetisi nulis. Saya harus menyelesaikan lalu menyetorkan atau mengirimkan sebuah tulisan sebelum jatuh tempo pada deadline yang ditentukan. Saya seringkali terpatok pada deadline untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Ya.. seperti kompetisi yang saya ikuti ini 😀

Deadline berarti time limit: the time by which something must be done or completed

Dalam bahasa Indonesia berarti: batas waktu: waktu dimana sesuatu (pekerjaan) harus dilakukan atau diselesaikan.

Dalam kehidupan sehari-haripun, sebenarnya kita mempunyai deadline-dealine yang menjadi penanda kita dalam mengerjakan berbagai aktivitas. Deadline itulah yang menjadi penanda waktu bagi kita untuk disiplin menyelesaikan sebuah pekerjaan, kegiatan, dan aktivitas lain. Dalam ranah domestik misalnya, saya harus menyelesaikan pekerjaan memasak, mencuci pakaian dan piring  sebelum kumandang adzan Subuh. Saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah dan memandikan anak sebelum pukul 06.15.  Saya harus masuk kerja sebelum pukul 07.00.  Dalam hal ibadah wajib, ada penanda yang menjadi deadline, shalat 5  waktu contohnya. Saya tidak boleh melakukannya melebihi deadline tiap-tiap waktunya.

Pada hakikatnya manusia hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah. Segala yang kita lakukan di dunia ini pada hakikatnya adalah ibadah jika kita niatkan semata karena Allah. Masing-masing kita memiliki deadline untuk ‘hidup’ yaitu ketika ajal menjemput. Sebab deadline itu menjadi rahasia Allah, kita harus selalu siap ketika deadline itu datang Kemarin, hari ini, dan hari esok adalah sebuah penanda bagi kita. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini merupakan kata bijak agar kita menjadi orang yang beruntung. Hidup kita, ibadah kita harus selalu lebih baik dari waktu ke waktu agar kita menjad orang yang beruntung. Hari esok adalah sebuah harapan yang menjadi semangat kita untuk terus hidup dengan berkarya. Lihatlah, betapa waktu perlu sebuah tanda sebagai patokan, patokan bagi manusia yang hidupnya tidak mau merugi sehingga ketika deadline itu datang, sudah ada bekal yang kita miliki untuk menghadap-Nya.

Tulisan ini diikutkan dalam #Give Away: Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

waktu

Iklan

2 pemikiran pada “Deadline!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s