Para Ilmuwan Muslim, Merekalah Pioner-Pioner Itu…

Dengan teori relativitasnya, Einstein menjadi salah satu tokoh berpengaruh pada abad belakangan. Padahal berabad sebelumnya, 1100 tahun sebelum Einstein, seorang ilmuwan muslim, Al Kindi (Al Kindus) telah mengenalkan fisika relatif dan teori relativitas. Al Kindi hanya satu contoh dari sekian ilmuwan muslim yang telah mengawali berbagai penemuan di bidang sains. Islam memilki pioner-pioner di bidang sains, ini dia beberapa diantaranya:

>> Ibnu Sina ( 980—1037)
Ilmuwan yang dikenal juga dengan nama Avicena ini pada tahun-tahun awalnya mempelajari matematika, geometri, fisika, ilmu alam, filosofi, dan logika. Karyanya yang paling populer, Al Qonun fi Al Tibb ( The Canon of Medicine) ditulis dalam bahasa Arab, dan setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 menjadi buku teks di sekolah-sekolah Eropa pada abad ke-17. Sebagian besar ilmu kedokteran yang terdapat dalam Canon masih diterima hingga kini. Selain itu, Ibnu Sina menulis lebih dari 100 buku filosofi dan ilmu alam.

>> Zakariya Qazwini, Hamdullah al Mustaufi Al Qazwini, Ibnu al Nafis.
Karya-karya mereka dalam bidang anatomi menjadi dasar bagi kedokteran modern. Sejak abad ke-13 dan 14, para ilmuwan ini menunjukkan hubungan antara jantung dan paru-paru; arteri membawa darah yang mengandung iksigen, dan vena membawa darah yang terdeoksigenasi; darah dioksigenasi di paru-paru, darah beroksigen yang kembali ke jantung dibawa ke otak dan organ tubuh lainnya melalui aorta. Zakariya Qazwini menentang banyak kepercayaan salah tentang jantung dan otak yang telah dinyatakan Aristoteles. Fakta yang diberikannya tentang jantung dan otak sangat dekat dengan pengetahuan saat ini.

>>Al Biruni
Mengetahui bahwa bumi berotasi pada sumbunya 600 tahun sebelum Galileo dan menghitung lingkar bumi 700 tahun sebelum Newton.

>> Ali Kushchu (abad ke-15)
Salah satu daerah di bulan dinamai dengan namanya. Beliau adalah orang pertama yang membuat peta bulan.

>>Tsabit bin Qurrah/ Thebit (abad ke-9)
Menemukan kalkulus diferensial berabad-abad sebelum Newton.

>> Battani (abad ke-10)
Adalah pengembang pertama Trigonometri.

>>Abul Wafa Muhammad al Buzjani
Mengenalkan tangen-kotangen,sekan-kosekan pada trigonometri untuk pertama kalinya.

>>Al Khawarizmi
Menulis buku aljabar pertama pada abad ke-9.

>>Al Maghribi
menemukan persamaan yang saat ini dikenal dengan Segitiga Pascal sekitar 600 tahun sebelum Pascal.

>>Ibn al Haitsam /Alhazen (abad ke-11)
adalah penemu optik. Roger Bacon dan Kepler menggunakan karyanya, dan Galileo menemukan teleskop dengan merujuk pada mereka.

Tentu, masih banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang memberikan sumbangan luar biasa bagi dunia ilmu pengetahuan. Yang di atas itu hanya sebagian kecil saja.

Sumber: Yahya, Harun.2007. Al-Quran dan Sains. Bandung: Dzikra.

Iklan

18 pemikiran pada “Para Ilmuwan Muslim, Merekalah Pioner-Pioner Itu…

  1. @ria: sama2 mba,mg2 bermanfaat. . .@indria: msh bnyk kok mbak, coba cek di bukunya Harun Yahya, he he @ayana: yups, barat slalu MERASA jd superior dan lbh unggul. Lupa2 ingat dg cerita, bnyk sumber2 pngetahuan dr Islam yg dimusnahkan,prnh bc juga tp lupa pembakaran perpustakaan d Bagdad yg menyimpan bnyk sumber ilmu pengetahuan. . .bca di mana ya,lupa he he. Ada yg tahu cerita itu tidak?

  2. boemisayekti said: kan kalo bc di sumbernya lbh komplet mbak.

    Saya bukan penggemar harun yahya, mbak. Saya bingung, di jaman begini, masih ada yang percaya omong kosong Harun Yahya. Prikitiew. Lucu.Orang rasional, yang mencintai pendidikan, yang mencintai kebenaran, mestinya menjauh darinya. Setiap peneliti ilmiah (apa pun agamanya) tak akan menjadikan harun yahya sebagai rujukan. Harun yahya menulis seakan-akan dunia berpikir baru dimulai dari abad 7 M. Barangkali dia tidak pernah baca kebudayaan mesir yang sudah bisa bikin piramid, kebudayaan china, kebudayaan assiria, kebudayaan persia, kebudayaan india kuno, kebudayaan yunani, yang sudah dimulai sejak 6000 tahun sebelum masehi.pengetahuan semua ilmuan diatas tidak lepas dari kebudayaan sebelumnya dan yang berada di sekitarnya Jadi, sangat disayangkan bahwa nama mereka dicatut hanya demi sebuah agama.(contoh : ibnu sina seorang persia, dan harun yahya tak paham apakah dia seorang penganut zoroaster atau muslim, atau malah seorang penganut yahudi karena lingkungan sekitarnya juga banyak tinggal orang yahudi. Harun yahya hanya paham dia berasal di persia (iran sekarang) yang mayoritas muslim). tak pernah ada yang namanya penggolongan ilmuan berdasarkan agama. Tak ada ilmuan kristen, tak ada ilmuan budha, tak ada ilmuan hindu, ilmuan adalah seorang yang berkarya tanpa memandang agama mereka demi manusia. jadi dari mana otak harun yahya dengan kurang ajar membuat kelompok ilmuan muslim pula? Bukankah ini demi kedegilan klaim kebenaran semata?saya tidak ingin menyebar kebencian di sini. tapi harun yahya? oh tidak…..

  3. boemisayekti said: kan kalo bc di sumbernya lbh komplet mbak.

    @sendkotak : tengs sharingnya. . .nambah wawasan jga:) Di buku yg saya bca ga da jga kok pengkotak2an agama spt yg kau maksudkan. Ilmuwan yg dbhs di buku itu adl para ilmuwan yang ‘mengamalkan sains’ yg diperolah dr keimanan mrka,keimanan dsni tdk ad label agama,spt Newton,Kepler, Copernicus, Galileo, Pascal, dll. . . Nha, sdgkn tlisan ini, berangkat dr ‘rasa exited’ saya ktika bc buku itu, bhw sbl ilmwan2 it,sudah ad ilmuwan lain yg mengawali, wallahu’alam bish shawab. . .

  4. boemisayekti said: kan kalo bc di sumbernya lbh komplet mbak.

    @mbak boemi: terimakasih atas jawabannya. Kita sepakat bahwa seharusnya tidak ada pengkotak-kotakan atas nama agama. Persoalannya kemudian adalah ketika muncul bahwa : apa yang mereka temukan merupakan “pengalaman sains” dari keimanan belaka? Atau jangan-jangan mereka begitu karena rasa ingin tahu belaka? Apakah mereka baru diakui sebagai ilmuan muslim hanya karena nama mereka yang “ke-arab-araban-“?Saya mengkritik harun yahya bukan tanpa alasan. Terlalu banyak bualannya dimakan kebanyakan orang tanpa dikritisi lebih lanjut. Saya ingin tahu, apa di buku itu, disebutkan pengaruh semua ilmuan itu? Apa disebutkan Avicenna benar-benar dipengaruhi oleh Aristoteles? Apa disebutkan Trigonometri itu sudah ada di kebudayaan India, Mesir, Assiria, Cina? Apa disebutkan bahwa ilmu bedah sudah dilakukan di India dan Mesir kuno jauh sebelum semua yang disebutkan itu? Saya yakin tidak, karena dia tidak ingin pembacanya adil secara berpikir. Dia seakan-akan mengatakan, bahwa semua ilmuan itu bisa pintar karena menghapal ayat-ayat suci. Itu perangkap halus, namanya.Newton, oleh kalangan kristiani, sering digambarkan sebagai contoh ilmuan barat yang rohani (karena konon suka membaca alkitab.). Tapi tetap saja tak bisa dikatakan, bahwa dia ingin mencari sesuatu karena mengamalkan imannya. Alkitab yang dibacanya tak akan menuntun apa pun kepada gravitasi. Dia mencari karena rasa ingin tahu, dan itu tak ada hubungannya dengan “amalan iman”. Dia mencari dengan referensi buku pengetahuan yang ada, melakukan uji coba. Lucunya semua rumus yang ada tak ada hubungannya dengan kitab suci yang dibacanya. Saya percaya, tidak ada klaim Avicenna bahwa pengetahuan yang dia ciptakan berasal dari kita suci yang dia baca, begitun Newton. Cuma Harun Yahya ( lucunya, malah tak menemukan apa pun )yang mengaku-ngaku begitu.Kalau hubungan “amalan iman” itu yang ditinggikan, maka saya percaya itu adalah dalam bentuk profesionalitas, kejujuran, rendah hati untuk selalu mau belajar, dan bekerja keras. akhirnya mbak, maafkan kalau saya cerewet. Saya percaya setiap orang harus kritis dengan apa yang dia baca, dan tidak boleh begitu saja memakan bualan-bualan yang ada. Begitu pun dengan apa yang saya ucapkan ini, mbak juga mesti melihatnya dengan kritis. Terima kasihSalam

  5. boemisayekti said: kan kalo bc di sumbernya lbh komplet mbak.

    Wah menarik,tengkyu. . .saya dengan senang hati menerima brbagai sumber, dan kalau dsni sy nulis cma secuil,it bukti kalau saja perlu membaca lebih bnyk sumber lagi kan? Kalau ada sumber lain yg bsa menjawb sgala pertanyaan itu, tentu dg pikiran terbuka akan saya baca,masalah benar ato salah,diterima ato tidak,it nanti hak qt masing2. . .Kalau gni kan saya dipaksa lebih bnyk belajar lagi. . . Hua. . .jd bnyk pe er

  6. boemisayekti said: kan kalo bc di sumbernya lbh komplet mbak.

    Mbak, punya internet bukan? hehehehe..Ada gugel, wikipedia untuk mencari. Ketikkan semua keyword yang anda ingin tahu, mulai dari mana asalnya. Mulailah dengan bertanya siapa itu Harun Yahya, kredibilitasnya, siapa saja yang mengakuinya. Begitu juga dengan banyak soal-soal lainnya. Simpulkan, dan tuliskan. hehehehe..I can’t give it to your mouth, but i think you are smart woman, and able feeding yourself. ^_^. Sekian.Namaste

  7. sendkotak said: Mbak, punya internet bukan? hehehehe..Ada gugel, wikipedia untuk mencari. Ketikkan semua keyword yang anda ingin tahu, mulai dari mana asalnya. Mulailah dengan bertanya siapa itu Harun Yahya, kredibilitasnya, siapa saja yang mengakuinya. Begitu juga dengan banyak soal-soal lainnya. Simpulkan, dan tuliskan. hehehehe..I can’t give it to your mouth, but i think you are smart woman, and able feeding yourself. ^_^. Sekian.Namaste

    ummmm…. ^____^jujur dih lebih senung baca drpd ngenet…capek pusing, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s