[DiaryRamadhan #2] Belajar dari Jajan

Hari ini Janitra lolos lagi puasa bedhug duhur lanjut magrib. Alhamdulillah…

 

Tapi, ternyata lolos dan mulus pada hari pertama bukan berbarti aman di hari ke dua. Tantangan hari kedua ini lebih berat dari hari pertama. Gara-gara tidur kemalaman nunggu bapak bawa martabak, jadinya bangun sahur dengan drama. matanya lengket buat melek, jadinya rewel waktu sahur. Setelah mimum susu dengan ogah-ogahan, Janitra hanya makan sepotong martabak sisa yang dibeli semalam.  Ia menolak makan nasi, buah, madu, dan sedikit saja minum air putih. Dipaksa malah nangis, dan mulutnya ditutup menolak minum madu. Haduhh… bapak ibunya jadi pesimis.

“Nggak usah puasa saja ya?” ujar bapak. Tanggapannya nangis. Ia tetap bersikukuh puasa.

Meski berusaha mendisiplinkan anak  untuk belajar, tapi kami tidak mau memaksakan anak di luar batas kemampuan. Mengingat riwayat sakit Janitra, saya trauma dan tidak mau terlalu tinggi memberikan standar pada Janitra.

“Ya udah, nanti sampai jam sepuluh, trus lanjut magrib ya.”

Janitra angguk-angguk.

Aktivitas pagi akan dimulai dengan membeli buku gambar. Saya juga sudah menyiapkan kain-kain flanel sisa-sisa, selama buku gambar belum terbeli. Eh, belum sampai beli kakak-kakaknya datang. Keberuntungan. Ini yang ditunggu-tunggu. Janitra akan lebih terkondisikan jika ada kakak-kakaknya. Jadilah mereka beraktivitas bareng. Mainan peran, baca buku cerita, dan tiduran. Sampai dua kakaknya yang sudah berpuasa magrib tertidur. Janitra enggan tidur.

20180518_121242-01

Ya sudah lah, ia menggambar hingga tiba waktu duhur. Alhamdulillah separoh jalan terlewati. Selesai buka, inisiatif sendiri mengulang mengaji.

Sepanjang siang berkativitas dengan kakaknya, main pasaran, dsb membuat ia enggan tidur siang. Akibatnya, masa—masa kritisnya datang selepas asar. Mulailah merengek-rengek lapar, dsb. Ia menagih janji buat jalan beli sup buah marjan. Dari kemarin pingin jalan-jalan dengan simbah beli sup buah.  Pengalaman tahun lalu pernah beli sup sirop marjan benar-benar melekat. Anak kecil puasa memang banyak ya permintaannya.

Saya penuhi permintaannya dengan berkata dalam hati sekali saja, besok nggak lagi. Proses belajar anak lebih mengena dengan pengalaman. Pun sore ini, saya ingin berikan pelajaran dari pengalaman jajan di pinggir jalan. Setelah pulang sampai rumah, menjelang berbuka dan mulai rengek-rengek lagi. Saya bacakan buku cerita.  Jeda lagi. Setelahnya saja ajak ngobrol

“Dik, jajanan tadi itu tidak sehat.”

“Kenapa?”

“Karena di pinggir jalan. Coba tadi ya, lihat kan, sup buah di pinggir jalan, trus ada motor lewat, asap dan debunya masuk di sup buahnya deh.”

Janitra paham  melihat dari reaksinya.” Trus, ada juga tletong,” lanjut saya

“Tletong itu apa?”

“Eek kuda, andong, ada tletong, trus kena-kena kedaraan. Berhamburan bisa masuk kan?”

Janitra paham.

“Nah, itu pelajaran IPA,” kata saya. Sebab Janitra sering bilang, “Mik mbok diajarin pelajaran IPA.” Yang saya tanggapi dengan, sehari-hari kita udah belajar IPA kan?

Saya yakin jajanan itu akan diminum sekali dua kali sudah sebab Janitra sebenarnya tipe anak yang tidak suka  jajanan di pinggir jalan, lidahnya terlalu pilih-pilih.

Pukul lima, semakin kritis saja. Setelah bosan nonton video Syamil dan Nadia, ia merengek-rengek. Saya tawarkan pingin apa? Cekrik-cekrik, jawab Janitra.

20180518_192824

Oke. Dari sampul kado yang tersisa dari kado ngendong  saya ajak memotong dan dijadikan karakter yang bisa berdiri semacam mini-minian. Selesai, masih sepuluh menit menjelang berbuka. Rengekannya semakin menjadi karena kantuk yang mulai menyerang.

Apapun yang terjadi, meski simbahnya nggak tega, saya kuatkan Janitra hingga semangatnya kembali menyala ketika waktu buka tiba.

Alhamdulillah, lolos.

Dan benar saja, baru sekali srutup, ini buat umik, nggak doyan,

“Nah, lebih enak susu kan?” Saya buatkan susu, Janitra semakin mengerti. Lebih enak makanan dan minuman di rumah kan, susu, kolak buatan simbah, kata saya.

Bagaimanapun, belajar dari pengalaman itu lebih bermakna ‘kan?

2 pemikiran pada “[DiaryRamadhan #2] Belajar dari Jajan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s