Dead Poet Society, Sebuah Catatan dari Dunia Pendidikan

Dead Poet Society ( berdasarkan film Tom Schulman [Touch Stone Picture, 1989] )
Penerjemah :Septina Ferniati
Penerbit :Jalasutra Yogya, cet IV 2007

Sepanjang membaca novel ini, kesan saya biasa-biasa saja, bahkan bosan. Karenanya, saya butuh waktu berbulan-bulan untuk menuntaskannya. Padahal bahasa novel itu tak terbilang berat, sangat biasa tanpa metafor-metafor. Tapi, di lembar-lembar terakhir, greget novel itu menyentuh saya dan mencapai puncak di endingnya. Bagian ini yang meninggalkan jejak, ketika semua siswa seluruh kelas(dimulai oleh Meeks anggota Dead Poet) berdiri di atas meja memberikan penghormatan terakhir pada pak Keating, dengan hormat yang hening. Hari itu adalah hari terakhir pak Keating berada di Academy Welton karena dipecat. Pak Keating dianggap bertanggung jawab atas kematian (bunuh diri) Neil, anggota Dead Poet Society.

Neil bunuh diri setelah sukses mementaskan sandiwara A Midsummer Night’s Dream. Neil satu aktor yang paling banyak mendapat pujian. Dunia akting dan puisi ( termasuk Dead Poet Society) yang dicintainya mendapat tantangan dari ayah dan keluarganya. Sebelum pentas, ayahnya melarang dan mengancamnya untuk menghentikan kegiatannya. Neil tak peduli,nekat pentas. Ayahnya mengancam akan menarik Neil dari Welton dan memindahkannya ke Sekolah Militer Braden. Keluarga Neil memasukkannya ke Academy Welton dengan harapan menjadi seorang dokter. Academy Welton merupakan sekolah swasta yang lulusannya sebagian besar bisa menembus perguruan tinggi ternama. Mimpi ayah Neil agar ia meneruskan ke Harvard dan menjadi seorang dokter harus tercapai. Neil tidak diberinya kesempatan menentukan sendiri masa depannya. Termasuk segala kegiatan yang disukai Neil dilarangnya. Di sekolah ini, Neil dan teman-temannya mengenal perkumpulan Dead Poet dari pak Keating, guru bahasa Inggrisnya.

Di malam ketika teman-tamannya Dead Poet Society berkumpul di gua tempat mereka biasa berkumpul dam membaca puisi, Neil justru menarik pucuk pistol yang diambil dari meja kerja ayahnya. Malam itu ayah ibunya terbangun karena mendengar suara yang memecah malam. Mereka menyaksikan Neil terbaring di atas lantai berkubang dalam genangan darah.

Atas peristiwa itu, pak Keating dianggap menyalahgunakan posisinya sebagai guru. Ia dianggap mendorong Neil dan teman-temannya untuk membentuk perkumpulan Dead Poet dan memanfaatkannya sebagai sumber inspirasi pada perilaku nekat dan kesenangan diri sendiri. Ia juga dituduh mendorong Neil Perry untuk mengikuti obsesi berkating. Hal-hal itu melawan pesan-pesan eksplisit dari orang tua Neil (hal. 218).

Oia, dari awal ngomongin Dead Poet tapi belum diulas apa itu Dead Poet. Dead Poet sebenarnya adalah perkumpulan rahasia yang dibuat untuk menghisap sumsum kehidupan. Kelompok itu berkumpul di gua tua dan membaca puisi-puisi Shelley, Thoreau, Whitman, maupun puisi karya siswa sendiri. Pertemuan terakhir mestinya 15 tahun lalu, jadi kelompok itu sudah lama mati. Neil cs lah yang menghidupkan kembali kelompok itu dengan dukungan pak Keating yang di kelas banyak memperkenalkan sastra.

Sepanjang membaca, saya bertanya-tanya, mana sih bagian yang cerita yang katanya menarik? Apakah karena puisi bertebaran dalam novel ini? Saya menantikan greget cerita, bukan hanya puisi-puisi dari penulis yang belum saya kenal sebelumnya. Rasa penasaran itu baru terjawab pada bagian konflik Neil dan keluarganya dan berakhir tragis. Kesan mendalam itu saya dapatkan, betapa orang tua kadang tidak memberikan hak memilih untuk anaknya, tidak memberikan kesempatan pada anaknya untuk berbicara dan berargumentasi, bahkan memberikan kesempatan aktualisasi diri. Baginya, yang terbaik buat anaknya adalah seperti harapannya sendiri.

Tamat membaca novel ini, saya membayangkan filmnya. Pasti akan suka. Sayang belum nonton. Penasaran. Kalau biasanya saya lebih terkesan novel dengan visualisasi menurut imajinasi sendiri dari pada film adaptasi. Kali ini kebalikan, novel yang diadaptasi dari film itu saya bayangkan akan kalah dari filmnya. Penyajian dari novel itu kurang greget sehingga bosan dan sering-sering loncat membacanya.

*foto dari http://www.amartapura.com/view_book.php?id=08030001&bookid=12059

Iklan

6 pemikiran pada “Dead Poet Society, Sebuah Catatan dari Dunia Pendidikan

  1. ayanapunya said: Blm pernah nonton filmnya jg..

    Mbak, film ini salah 1 (atau mgkn satu2nya) film paling berkesan buat ynt. Nontnnya udah lama bgt wkt zaman SMP. Baru lht prolognya aja sudah jatuh cinta. Sewaktu mr. Keating minta murid2nya merobek beberapa halaman yg ada d buku. Trus wkt ngajar di lap terbuka dan minta murid2nya nendang bola sejauh yg mrk bisa. Ada di n0vel ga mb cerita itu? Keren bgt deh filmnya. Pengn nntn lg, pengn bc novelnya jg πŸ˜€

  2. yant165 said: Mbak, film ini salah 1 (atau mgkn satu2nya) film paling berkesan buat ynt. Nontnnya udah lama bgt wkt zaman SMP. Baru lht prolognya aja sudah jatuh cinta. Sewaktu mr. Keating minta murid2nya merobek beberapa halaman yg ada d buku. Trus wkt ngajar di lap terbuka dan minta murid2nya nendang bola sejauh yg mrk bisa. Ada di n0vel ga mb cerita itu? Keren bgt deh filmnya. Pengn nntn lg, pengn bc novelnya jg πŸ˜€

    iya udah lama penasaran je :)ada adegan itu di novel… ayo baca novelnya…. hehehe

  3. yant165 said: Mbak, film ini salah 1 (atau mgkn satu2nya) film paling berkesan buat ynt. Nontnnya udah lama bgt wkt zaman SMP. Baru lht prolognya aja sudah jatuh cinta. Sewaktu mr. Keating minta murid2nya merobek beberapa halaman yg ada d buku. Trus wkt ngajar di lap terbuka dan minta murid2nya nendang bola sejauh yg mrk bisa. Ada di n0vel ga mb cerita itu? Keren bgt deh filmnya. Pengn nntn lg, pengn bc novelnya jg πŸ˜€

    dapat di mana mbak novelnya? kemarin sempat nyari2 di toko buku online tapi ga ketemu. hiks…

  4. yant165 said: Mbak, film ini salah 1 (atau mgkn satu2nya) film paling berkesan buat ynt. Nontnnya udah lama bgt wkt zaman SMP. Baru lht prolognya aja sudah jatuh cinta. Sewaktu mr. Keating minta murid2nya merobek beberapa halaman yg ada d buku. Trus wkt ngajar di lap terbuka dan minta murid2nya nendang bola sejauh yg mrk bisa. Ada di n0vel ga mb cerita itu? Keren bgt deh filmnya. Pengn nntn lg, pengn bc novelnya jg πŸ˜€

    Hehe,aku pinjam pnya sobatku,dia nitip aku wkt jalan2 ke Yk, beli di standnya Jalasutra. Coba aja buka fbnya Jalasutra.dsna ada almt webnya,nha pesan dr sana pasti bisa.. .selamat brburu πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s