Heidi

“Buat Sayekti,

Semoga buku ini membuatmu lebih indah memandang dunia,”

begitu pesan yang ditulis mbak Nesia Andriana (http://nesiari.multiply.com) di lembar pertama buku Heidi [terima kasih buat mbak Nesia yang mengirimkan buku ini jauh-jauh dari Jakarta].

Tak berlebihan, Heidi mengajarkan apa dipesankan pada saya. Heidi, seorang bocah periang, berhasil mengubah kehidupan orang-orang di sekitarnya. Dengan keceriaaannya musim dingin di pegunungan Alpen terasa sangat cepat bagi kakek dan keluarga Peter,kebekuan mencair oleh kehangatan sikap seorang Heidi. Sedangkan musim semi dan panas lebih indah dari yang sudah-sudah.

Heidi sangat takjub dan menikmati lingkungan barunya: tempat tidur di loteng yang beralaskan jerami,tepat menghadap lembah dengan pemandangan indah, mendengar desir angin, padang rumput yang tenang, dan yang paling mengesankan adalah api senja:”itu cara matahari mengucapkan selamat malam kepada gunung-gunung. Dia memancarkan sinarnya yang indah ke atas gunung-gunung itu supaya mereka tidak melupakannya sampai dia datang lagi keesokan paginya.”(hal 44)

Kehadiran Heidi di rumah kakek tak pernah disangka. Ia datang diantar Dete, tante yang merawat sejak ortunya tiada. Heidi berhasil membuktikan stigma negatif orang-orang terhadap kakek salah, bahwa kakek seorang yang memusuhi Tuhan dan manusia (hal.11). Heidi tidak berbuat apa-apa,hanya saja kesahajaan sikapnyalah yang mencairkan sikap beku kakek. Satu hal yang tidak berubah adalah, kekolotannya untuk bersikeras tidak memperbolehkan Heidi sekolah.

Kebahagiaan kakek dan keluarga Peter tidak lama. Tiba-tiba saja Heidi terenggut dari kehidupan mereka. Dete membawanya pergi ke Frankurt.

Bahagiakah Heidi di Frankurt? Selama di sana, Heidi menanggung kepedihan sendiri, kesedihan yang mengganjal di kerongkongan dengan wajah murung hingga yang terparah berjalan dalam tidur. Meski begitu, kejadian-kejadian di Frankurt memberikan banyak pencerahan bagi gadis kecil yang ditularkannya kepada orang-orang di sekitarnya. Petualangan Heidi sekembalinya dari Frankurt terasa lebih seru dan mengharukan.

Bukan hanya orang-orang di sekitar Heidi yang merasakan aura ceria Heidi. Sepanjang membaca, saya turut merasakannya. Anak-anak hingga orang tua layak membaca buku ini. Johanna Spyri menggali berbagai sisi psikologis seorang anak; bagaimana tumbuh kembangnya secara alamiah,dan bagaimana memandang dunia dari kacamata seorang bocah lincah. Lihatlah pula bagaimana metode belajar menyenangkan ala Heidi yang membawa keajaiban bagi Peter yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca.

Tidak berlebihan kalau buku ini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa, terjual lebih dari 50 juta eksemplar di seluruh dunia, difilmkan belasan kali, dibuat serial TV dan radio, bahkan sukses dalam bentuk komik. Harapan penulis agar ia hanya dikenal lewat karya-karyanya–menolak membuat autobiografi– terbukti lewat Heidi.

Iklan

23 pemikiran pada “Heidi

  1. tiarrahman said: sudah sering nonton jaman dulu di tvri. πŸ˜› heidi-clara-peter.bukunya juga macem-macem.

    macam2 versi maksudnya, atau covernya? kalo covernya liat di internet banyak banget…pengen deh nonton filmnya, sekarang masih ada gak ya?:)

  2. darnia said: gara-gara dulu nonton Heidijadi pingin ke Swis, ke pegunungan Alpen dan piara kambing πŸ˜€

    betul… gara2 baca buku itu jadi kepengen juga…pengen baca bukunya sebenarnya dari SMU, susah nyarinya dulu gak ada,alhamdulillah dapat rejeki kiriman.. πŸ™‚

  3. darnia said: gara-gara dulu nonton Heidijadi pingin ke Swis, ke pegunungan Alpen dan piara kambing πŸ˜€

    tentang anak2 yah…story of hellen keller keren jgroald dahl….lucu unik dan serulittle house on the prairie jg ok πŸ˜€

  4. boemisayekti said: Ario pernah bc smua?*iri* Belinya dmna? Puengen! Yg trakhr kau sebut dlu sring ntn d TVRI sore2… πŸ™‚

    hellen keller hobi..punya beberapa versi..suka unik soalnya..favoritbelinya di toko buku dsini ada kebetulan…kenapa lg nyari jg yah ?ohh..little house itu yah..ya lucu itu mereka kisahnya anak2 kreatif*menunya uda keluar

  5. boemisayekti said: Ario pernah bc smua?*iri* Belinya dmna? Puengen! Yg trakhr kau sebut dlu sring ntn d TVRI sore2… πŸ™‚

    Di Magelang gak ada,di Jogja blm pernah liat.bnyk ya? Kalo bnyk mgkn kl pas k Jogja yg itu dimasukin list. Jarang liat krya2 klasik… Ato akunya yg jarang keluar? Hehe*udah dibenerin

  6. boemisayekti said: Di Magelang gak ada,di Jogja blm pernah liat.bnyk ya? Kalo bnyk mgkn kl pas k Jogja yg itu dimasukin list. Jarang liat krya2 klasik… Ato akunya yg jarang keluar? Hehe*udah dibenerin

    di jakarta banyak…hehe…pengumpul karya klasik jg soalnyapesan via bookstore online itu jg bisa…mereka listnya banyak lho….ato mo mesen nanti tambahin ongkirnya ya…haha

  7. boemisayekti said: Di Magelang gak ada,di Jogja blm pernah liat.bnyk ya? Kalo bnyk mgkn kl pas k Jogja yg itu dimasukin list. Jarang liat krya2 klasik… Ato akunya yg jarang keluar? Hehe*udah dibenerin

    Aq blm biasa beli via online,ribet bwt aq yg tinggal di desa,transfernya-cm ad satu bank- blm lg kalo lwt jasa kurir,ga terjamin sampainya. Mlh aman lwt pos πŸ™‚

  8. boemisayekti said: Aq blm biasa beli via online,ribet bwt aq yg tinggal di desa,transfernya-cm ad satu bank- blm lg kalo lwt jasa kurir,ga terjamin sampainya. Mlh aman lwt pos πŸ™‚

    ohh..lewat pos tetep lebih aman yah…oke baiklah nanti moga ada kesempatan untuk bisa baca buku2 itu….sippp :D.keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s